Tips Memilih Pakaian yang Nyaman Untuk Balita

Memilih pakaian yang nyaman yaitu jenis bahan, aksesoris aman, tidak ketat,

Tips Memilih Pakaian yang Nyaman Untuk Balita- Menjadi orang tua adalah sebuah kado terindah dari Tuhan. Bentuk rasa syukur orang tua terhadap anugerah terindah tersebut adalah memberikan yang terbaik untuk si kecil. Salah satunya adalah membelikan pakaian dan pernak pernik lainnya. Niat baik orang tua ingin membuat si kecil terlihat semakin menggemaskan kadang justru membuat si kecil kurang nyaman.

Memilihkan pakaian untuk balita yang masih memiliki kulit yang sensitif tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan oleh orang tua. Apalagi bagi orang tua yang baru pertama kali memiliki anak. Karena pakaian adalah salah satu benda yang terus melekat di badan sepanjang hari. 

Perhatikan Jenis Bahan 

Sembilan tahun lalu ketika pertama kali mempersiapkan kelahiran anak pertama, aku dan suami sempat kalap membeli banyak pakaian untuk si kecil. Karena minimnya pengetahuan sebagai orang tua baru, kami membeli baju tanpa memperhatikan jenis bahannya. Bahkan, sampai si kecil berumur 3 tahun, kami masih sering membelikan pakaian tanpa kroscek bahannya.

Saat itu, fokus kami hanya pada baju yang terlihat lucu ketika dikenakan kepada si kecil. Efeknya kulit si kecil sering ruam karena baju yang dikenakan tidak menyerap keringat. Padahal untuk anak seusianya adalah usia yang sangat aktif berlari ke sana-sini.

Memperhatikan jenis bahan juga sangat penting ketika mengajak si kecil bepergian. Apalagi bepergian jauh menggunakan motor. Waktu dan jarak tempuh menjadi hal yang harus menjadi pertimbangan. Saat perjalanan malam hari atau sedang berada di daerah yang suhunya lebih dingin, sebaiknya mengenakan pakaian yang membuat si kecil tetap hangat. Begitu juga sebaliknya. Pakaian yang menyerap keringat dan berlengan pendek bisa dikenakan pada si kecil saat cuaca sangat terik. 

Sesuaikan dengan Usia Anak 

Ingin memberikan yang terbaik untuk si kecil boleh saja. Termasuk untuk pakaian yang dikenakan. Namun, harus tetap memperhatikan usia si kecil. Ada orang tua yang terlalu terobsesi dengan penampilan balitanya sehingga mengenakan pakaian kepada si kecil pakaian yang tidak sesuai dengan usianya.

Memakai pakaian yang sesuai dengan usia anak meliputi ukuran dan modelnya. Ada beberapa baju yang sebenarnya didesain untuk anak usia tertentu sehingga akan terlihat kurang tepat jika dikenakan pada balita. Bukan terlihat lucu tapi jadinya aneh. Ciri khas anak-anak yang polos dan ceria seakan hilang ketika dia mengenakan pakaian yang bukan untuk usianya. Ini menurut pendapatku.

Jadi, Jika memaksakan diri mengenakan pakaian yang desainnya kurang tepat sesuai usia, seringkali justru membuat si kecil kurang nyaman dan kurang leluasa bergerak. Ini juga aku amati ketika sedang menemani si kecil bermain di playground. Anak-anak yang sedang asyik bermain terganggu dengan model baju yang dikenakan. 


Hindari Pakaian yang Terlalu Ketat

Sama halnya dengan pakaian terlalu longgar yang bisa menghambat gerak si kecil, mengenakan pakaian yang terlalu ketat juga tidak disarankan. Usia Balita adalah usia yang tak pernah kehabisan energi. Mereka tidak pernah lelah berlari, melompat, atau berguling-guling. Pakaian yang terlalu ketat akan menimbulkan efek lecet atau iritasi. Terutama di bagian lipatan-lipatan tubuh.

Apakah ada orang tua yang mengenakan pakaian terlalu ketat kepada balitanya? Jawabannya ada. Bahkan jumlahnya tidak sedikit. Pakaian dengan desain ketat biasanya memang terlihat menggemaskan bila dipakai oleh si kecil. Tapi berpotensi membatasi ruang gerak anak. 


Perhatikan detail Aksesoris 

Bandana yang dipakai adik Gia bergerigi
Balita akan semakin terlihat imut jika memakai aksesoris seperti gelang, kalung, cincin, jepit, bandana, kerudung atau topi. Tapi orang tua harus memperhatikan aksesoris yang akan dikenakan kepada si kecil. Mulai dari bahan, ukuran, sampai bentuknya harus diperhatikan dengan seksama.

Aku pernah melihat balita yang mengenakan cincin dengan ukuran yang terlalu kecil. Jari imutnya terlihat memerah karena tekanan cincin tersebut. Detail aksesoris seperti bahan bandana juga wajib diperhatikan. Si kecil Gia pernah menangis saat aku meletakkan bandana di kepalanya. Ternyata jenis bandana yang aku beli bergerigi. Sehingga menimbulkan rasa sakit di kulit kepala.

Aksesoris anak perempuan lebih beragam. Orang tua harus jeli saat membelinya. Memilih jepit rambut dengan bahan yang nyaman sangat penting karena tidak menimbulkan rasa sakit ketika dipasang di rambut si kecil. Begitu juga dengan aksesoris seperti topi dan kerudung. Seorang teman pernah bercerita bahwa kulit balitanya ruam karena sebuah topi. Rupanya si kecil alergi dengan bahan topi tersebut.

Aksesoris yang terlalu erat di bagian leher dan tangan tidak disarankan meskipun bentuknya lucu. Selain membatasi ruang gerak si kecil, juga berpotensi menghambat aliran darah di area tersebut. Jadi, mengenakan aksesoris kepada si kecil agar terlihat fashionable sah-sah saja tapi tetap harus memperhatikan faktor kenyamanan dan keselamatan.


Perhatikan Pemilihan Warna 

Dunia anak-anak adalah dunia yang ceria. Keceriaan tersebut bisa diaplikasikan dengan warna-warni pakaian yang dikenakan. Pemilihan warna cerah juga membantu membangkitkan suasana hati si kecil. Karena ada beberapa tipe balita yang sangat moody.

Pemilihan warna cerah juga membantu si kecil untuk mengenal beragam warna sejak dini. Bukan tidak boleh mengenakan warna gelap kepada si kecil. Semua kembali kepada prinsip dan selera orang tuanya. Tapi aku secara pribadi lebih suka padupadan warna gelap dengan warna cerah. Misal jika celananya warna gelap, maka untuk baju aku memilihkan warna yang cerah.

Warna-warna cerah juga diyakini memancarkan aura positif. Aura positif tersebut membuat anak tumbuh bahagia. Keceriaannya seolah tercermin pada warna-warna cerah tersebut. Jadi, sebaiknya pilihlah warna-warna cerah untuk balita. Warna cerah yang dikenakan oleh si kecil secara tidak langsung juga akan mempengaruhi suasana hati kita sebagai orang tuanya.





No comments