MENGHILANGKAN BEKAS LUKA SI KECIL SECARA ALAMI DENGAN LADERMA SCAR REPAIR CREAM

memudarkan bekas luka atau menghilangkan bekas luka si kecil  disarankan memakai produk yang aman. produk dengan kandungan aloevera, jojoba oil, dan vitamin C dan E sangat disarankan.
Menghilangkan Bekas Luka Si Kecil Secara Alami dengan Laderma Scar Repai Cream- Mempunyai balita aktif adalah hal yang menyenangkan sekaligus mendebarkan. Sebagai seorang Ibu, Aku harus selalu siaga tak jauh dari si kecil. Tak peduli sedang berada di dalam atau di luar rumah, tingkah polah si adik tidak ada habisnya. Saat berada di atas kasur, Dia selalu guling-guling atau lompat-lompat dari ujung ke ujung. 

Ketika berada di luar rumah, aktivitas favoritnya adalah lari. Lari mengejar teman sepermainan, lari mengejar kucing atau ayam, lari ke sana kemari sambil tertawa lepas. Kebiasaan lari ini yang sering membuatnya terjatuh. Adik Gia sering terjatuh di depan rumah saat  sedang asyik bermain bersama teman-temannya. Jalanan di depan rumah adalah jalanan paving. Sehingga saat adik Gia jatuh, menimbulkan luka yang cukup lebar di area kakinya. Karena tergores paving yang teksturnya cenderung kasar dibanding aspal. 

Menghilangkan Bekas Luka dengan Bahan Alami


Efek terlalu sering jatuh di jalanan depan rumah, adik Gia memiliki lumayan banyak bekas luka di bagian kaki. Area lutut ke bawah tidak mulus lagi. Ada banyak bekas luka yang warnanya lebih hitam dari warna kulitnya. Karena jumlahnya cukup banyak, tentu saja sangat mengganggu jika dilihat. 

Upaya untuk menghilangkan bekas luka tersebut sudah aku lakukan sebagai seorang ibu. Aku memilih bahan alami untuk meminimalisir efek samping. Biasanya aku memakai minyak zaitun untuk perawatan bekas luka di kaki adik Gia. 


Kandungan minyak zaitun yang tinggi vitamin E dipercaya sangat ampuh untuk memudarkan bekas luka sekaligus melembabkan kulit. Aku rutin mengoleskan minyak zaitun di area kaki saat si kecil tidur. Aku memilih waktu malam hari saat adik Gia tidur karena Dia bakal berontak ketika tahu akan diolesi minyak zaitun. Tekstur minyak zaitun yang lengket membuatnya tidak nyaman. Sesaat setelah diolesi minyak zaitun pasti minta dibersihkan dengan tisu. 

Tak ingin menyerah merawat bekas luka adik Gia yang sudah seperti koreng itu, aku beralih ke bahan alami lainnya, yaitu lidah buaya. Kebetulan ada tanaman lidah buaya di depan rumah. Tapi hasilnya juga tidak memuaskan. Gel lidah buaya yang baru diambil langsung dari batangnya bertekstur lengket. Adik Gia selalu minta cuci kaki setelah diolesi gel lidah buaya. 

Sebenarnya ada bahan alami lainnya yang dipercaya ampuh untuk menghilangkan bekas luka. Seperti jeruk nipis dan lemon. Kandungan vitamin C yang tinggi pada bahan tersebut dipercaya bisa memudarkan bekas luka. Namun, aku tidak berani mencoba bahan tersebut ke kulit adik Gia. Aku takut kulitnya akan iritasi jika tidak cocok. 


Memudarkan Bekas Luka secara Aman dengan LADERMA


Beruntung aku mengenal LADERMA, krim yang aman dan  bisa membantu memudarkan bekas luka si kecil. Awalnya aku mengira LADERMA sama seperti  krim lainnya yang ada di pasaran. Rata-rata krim pemudar luka punya kandungan bahan kimia yang belum tentu aman untuk anak. LADERMA ternyata produk yang memang dirancang aman untuk kulit anak. 


Keunggulan LADERMA 


Formula LADERMA Scar Repair Cream telah teruji klinis oleh spesialis luka di Eropa. Diformulasi menggunakan 100% Aruba Aloe Vera segar. Artinya, Aruba Aloe Vera yang dijadikan bahan LADERMA tidak pernah dibekukan atau dikeringkan sebelumnya.  Aruba Aloe Vera ini adalah tanaman yang hanya tumbuh di kepulauan Karibia yang kering dan gersang.
Keunggulan lain dari LADERMA adalah bebas pewangi, bebas silicon, dan tidak mengandung pemutih. Jadi, produk ini aman untuk bayi dan anak. LADERMA tidak hanya bisa memudarkan bekas luka, tetapi bisa juga meredakan gatal. 

Aku punya pengalaman kurang menyenangkan tentang bekas luka si kecil. Lebaran kemarin, bekas luka adik Gia di betis tiba-tiba terbuka lagi dan mengeluarkan banyak darah. Penyebabnya karena digaruk oleh adik. Akhirnya sementara waktu aku tutup lagi dengan plester. Bekas luka yang belum terlalu lama memang cenderung gatal. Wajar jika si adik tak tahan ingin menggaruknya. 

LADERMA memang bisa memudarkan bekas luka cakaran, bekas luka cacar, bekas luka karena alergi, dan bekas luka digiigt nyamuk. Jadi, aku lega mendengar kabar jika bekas luka garukan adik bisa dihilangkan dengan LADERMA. Meskipun selalu memakai baju panjang dan berkerudung, tapi adik Gia tetap anak perempuan yang harus dirawat kulitnya sejak kecil. 


Kandungan LADERMA 


Ketika mendengar keunggulan LADERMA Scar Repair Cream, aku penasaran kandungan bahannya. Bahan-bahan apa saja yang ada dalam produk tersebut? sampai mengklaim aman untuk anak dan bisa bekerja efektif memudarkan bekas luka. Apakah bahan-bahan itu punya porsi banyak dalam produk? Atau hanya sekadar aromanya saja?

Rasa penasaranku terjawab setelah mengetahui bahan aktif yang terkandung dalam LADERMA Scar Repair Cream. Bahan-bahan tersebut adalah Aruba Aloe Vera, Jojoba Oil, Vitamin C, dan Vitamin E. Bahan tersebut bukan sekadar pemanis dalam produk LADERMA. Karena ada dalam urutan awal dari Komposisi yang tertera dalam kemasan. 

LADERMA memilih bahan-bahan di atas sebagai komposisi utama bukan tanpa alasan. Masing-masing mempunyai fungsi yang saling melengkapi. Aruba Aloe Vera berfungsi mengurangi iritasi kulit, membuang sel kulit mati dan melindungi sel kulit baru, serta meningkatkan produksi kolagen yang mempercepat penyembuhan kulit. 

Jojoba Oil mudah diserap kulit dan mempunyai efek untuk meredakan, melembabkan, dan memperbaiki kerusakan pada jaringan kulit. Sedangkan Vitamin C dan E kaya akan anti oksidan yang berfungsi untuk melindungi jaringan kulit, bisa membantu memperbaiki kulit yang rusak, meningkatkan produksi kolagen yang mempercepat penyembuhan kulit juga. 


Cara Kerja LADERMA 


Kandungan bahan aktif yang saling melengkapi tulah yang menjadikan proses pemudaran bekas luka selama memakai LADERMA cukup cepat. Ada tiga tahapan dalam proses pemudaran bekas luka yaitu :

Melembabkan – Melindungi - Memudarkan  

Tahap pertama adalah Melembabkan. Artinya LADERMA mempunyai efek melembabkan kulit sesaat setelah pemakaian. Tahap kedua Melindungi, yaitu melindungi kulit dari gatal, iritasi, kemerahan, dan timbulnya keloid. Tahap ketiga adalah Memudarkan. Artinya LADERMA bekerja memperbaiki jaringan kulit dan memudarkan bekas luka. 


Cara Pemakaian LADERMA 


Oleskan LADERMA tipis dan merata pada bekas luka. Gunakan secara teratur minimal 3 kali sehari selama 8 minggu untuk memudarkan bekas luka. Hindari pemakaian pada luka terbuka. Sedangkan untuk memperoleh hasil maksimal, segera pakai LADERMA ketika luka menutup. Semakin dini pemakaian LADERMA, bekas luka akan cepat hilang. 

Pengalaman Memakai LADERMA Untuk Bekas Luka Si Kecil


Kesan pertama dengan produk ini sangat baik. Aku suka dengan kemasan tube yang mungil yaitu 8 ml sangat praktis dibawa bepergian. Kemasan tube juga lebih aman karena krimnya hanya bisa keluar saat dipencet saja. 

Aku juga suka dengan krimnya yang berwarna putih, tidak lengket, dan tidak ada aroma obat sama sekali. Saat diaplikasikan di kulit ada sensasi dingin dan kulit memang langsung lembab. Si sulung Agha maupun adik Gia tidak terganggu ketika kulitnya diolesi LADERMA. 

Bahkan, adik Gia ikut mengoleskan sendiri krim LADERMA ke bekas luka yang ada di kakinya. Dia suka dengan krim ini karena tidak menyebabkan lengket. Berbeda dengan minyak zaitun yang pernah aku oleskan pada kakinya. Dia juga kooperatif banget saat diolesi, tidak berontak seperti sebelumnya.  

Aku mulai rutin mengoleskan LADERMA sesaat setelah luka di kaki adik Gia menutup. Aku rutin mengoleskan pagi hari setelah mandi, setelah mandi sore, dan menjelang tidur malam. Hasilnya cukup memuaskan. Beberapa bekas luka di kaki si kecil perlahan-lahan memudar.

Tak hanya untuk bekas luka adik Gia, aku memakai LADERMA untuk menghilangkan bekas jerawat yang membandel di wajahku. Alhamdulillah bekas jerawatku juga perlahan memudar. Meskipun belum hilang sepenuhnya karena masih 2 minggu pemakaian LADERMA. 


Sampai saat ini aku puas dengan produk ini. Produk yang bisa dipakai oleh semua anggota keluarga baik dewasa maupun anak-anak. Harganya juga masih terjangkau. Produk ini juga mudah didapatkan. LADERMA bisa didapatkan di Guardian, Century, Viva Generic, Watsons, dan baby shop terdekat di kotamu. 


LADERMA SCAR REPAIR CREAM
IG : @Ladermaindonesia
FB : Laderma Indonesia


HABIS MUDIK TERBITLAH MERIANG

Habis Mudik Terbitlah Meriang- Mudik tahun ini memang berbeda dari tahun sebelumnya. Tapi Aku tak menyangka efek pasca mudik tahun ini juga bakal beda. Aku yang biasanya tahan banting, mendadak tepar sesaat setelah kembali ke rumah. 

Sebenarnya tenggorokan sudah mulai tak nyaman saat perjalanan Jombang -Surabaya. Tapi kondisi tersebut aku abaikan. Aku berpikir mungkin hanya dehidrasi biasa. Namun, setelah sampai rumah badan tiba-tiba meriang. Aku masih sempat bersih-bersih rumah hingga akhirnya tak kuasa beranjak dari tempat tidur. 

Rencana silaturahmi ke beberapa teman terpaksa tidak bisa terlaksana. Kepala terasa berat dan suhu badan naik turun. Padahal agenda rutin setiap tahun pasca mudik adalah berkunjung ke rumah teman di Surabaya dan sekitarnya.

Kondisi tubuh tak kunjung membaik setelah tiga hari. Awalnya hanya flu biasa, ternyata berlanjut batuk. Bukan batuk biasa, tapi batuk yang sangat menyiksa. Kalau orang jawa bilang “batuk ngikil” yang membuat penderitanya tak bisa tidur nyenyak. 

Berbagai upaya untuk segera sembuh sudah aku lakukan. Bahkan, kali ini aku membuat ramuan khusus untuk batuk yang banyak beredar di media sosial. Aku belain pergi ke pasar mencari bahan-bahannya meskipun badan masih belum fit. 



AGENDA LEBARAN YANG MENYITA ENERGI 

Sakit pasca mudik adalah hal baru bagiku. Mungkin sakit kali ini adalah efek dari padatnya agenda selama lebaran. Padahal Aku pikir lebaran tahun ini bisa lebih santai karena tidak ada agenda mudik ke Kediri. Tahun-tahun sebelumnya selalu membagi waktu antara rumah mertua yang di Jombang dan rumah Bapak Ibu di Kediri. 

Tahun ini sengaja tidak ke Kediri karena posisi Bapak Ibu berada di Palembang. Bapak Ibu baru pulang ke Kediri akhir tahun. Meskipun sedih tapi aku tetap bersyukur, karena tidak harus wira-wiri  membagi  waktu cuti suami yang hanya beberapa hari tersebut. Aku sudah membayangkan  bisa banyak menghabiskan waktu nyemil kacang sambil menikmati segarnya angin pinggir sawah.

lebaran kami tahun ini di Jombang

Kenyataan saat hari H ternyata berbeda. Mulai pagi sampai dhuhur aku diajak suami dan adek ipar keliling ke rumah saudara dari pihak bapak mertua. Kali ini kami bersilaturahmi dengan semua adik-adik bapak mertua (paklik dan bulek) yang rumahnya lumayan jauh dari desa suami. 

Kalau di keluarga Kediri memang sudah menjadi tradisi, wajib mengunjungi pakde budhe, paklik bulek, semua sepupu tua. Satu diantara anak ibu misalnya tidak datang ke paklik, pasti bakal ditanyakan kenapa tidak berkunjung ke rumah beliau dan berujung panjang urusannya. 

Tapi di keluarga suami tidak demikian. Berkunjung ke rumah pakde atau paklik bukan sebuah keharusan. Adik-adik iparku juga sudah terbiasa tidak silaturahmi secara komplit ke semua keluarga besar dari pihak bapak mertua. Sebagai menantu, aku hanya mengikuti tradisi yang ada di keluarga suami. Tanpa bisa memahami tradisi yang jauh berbeda dengan keluargaku di Kediri.

Bahkan, aku baru diajak ke rumah  salah satu paklik (adik bapak mertua) lebaran tahun ini. Padahal aku sudah menikah dengan suami lebih dari sepuluh tahun. Aku rasa bukan karena rumah beliau yang jauh sebagai alasannya. Entah, aku sendiri tak paham secara detail sejarah keluarga besar bapak mertua. 

Aku senang akhirnya bisa bertemu dengan banyak saudara. Tapi lumayan capek juga. Apalagi jalanan yang kami lewati adalah jalanan desa yang sudah tak mulus lagi. Jalanan yang tidak direkomendasikan untuk ibu hamil. Naik motor saja berasa naik kuda. 

Niat hati bisa istirahat tidur siang, tapi ternyata berlebaran via telpon dengan bapak ibu yang ada di Palembang menyita waktu sampai 2 jam. Awalnya hanya ingin bermaaf-maafan dengan Bapak Ibu, tapi berlanjut dengan obrolan kue lebaran dan lain sebagainya. 

Sore setelah Ashar agenda berlanjut silaturahmi ke rumah teman yang baru setahun pindah ke Jombang. Mumpung sang suami yang bekerja di Luar Pulau sedang ada di rumah, Kami menyempatkan waktu bersilaturahmi. Apalagi Mas Agha sangat antusias ketemu teman dekat semasa TK yang sudah setahun tidak berjumpa. Selepas Magrib kami masih melanjutkan silaturahmi ke rumah teman lama suami. Karena sudah lama kenal, kami agak lama di sana. Kami baru pulang ke rumah sekitar pukul 9 malam. Sayang banget tidak bisa foto Bersama karena adik Gia sudah rewel. 


Hari Kedua Lebaran Berpetualang Ke Kota Orang 

Hari berikutnya tak kalah padat. Kami memutuskan silaturahmi ke rumah teman lama yang berada di perbatasan Kediri-Tulungagung. Tahun kemarin sudah pernah ke sana. Kami sudah bisa membayangkan durasi waktu dan jalur mana yang akan kami tempuh agar bisa sampai lokasi tidak sampai dhuhur. Kami memilih jalur kertosono-purwoasri. 

Ternyata kondisi di jalan tidak bisa diprediksi. Kami terjebak macet di jalur kertosono lumayan panjang. Hari ke-2 masih banyak pemudik dengan tujuan Jawa Tengah yang melewati kertosono. Meskpiun sudah berusaha mencari celah diantara mobil, kami tetap tak bisa keluar dari kemacetan. Kami harus sabar berada di antrian jalur sepeda motor. Setelah sampai di perempatan dan memilih belok ke arah Purwoasri baru bisa bernafas lega. Karena jalanan cukup lengang. 

Perjalanan kami lancar sampai tengah kota Kediri. Namun, kami salah mengambil arah saat menuju Tulungagung. Kami tersesat sampai ke pelosok desa perbatasan blitar.  Bisa menemukan jalan raya kembali setelah dilewatkan jalan yang berputar-putar oleh google maps. Sumpah, aku lebih percaya petunjuk arah yang ada di setiap perempatan jalan atau tanya orang. Dari pada lihat google maps yang sering menyesatkan. 

Akhirnya kami sampai di lokasi meskipun waktunya lebih lama dari perkiraan awal. Dua hari di rumah teman cukup menyita energi. Karena harus menemani anak-anak (anakku dan anak teman yang sudah seperti anak sendiri) keliling kota bermain sepuasnya dari pagi sampai sore. Mengikuti tingkah polah anak-anak memang membutuhkan energi yang cukup besar. Badan rasanya lemas, padahal agenda main ke pantai di Tulungagung sudah dibatalkan. Tapi tetap aja rasanya badan remuk.

Mas Agha akhirnya bisa main sama mas Hafis

Sore hari kami memutuskan pulang ke Jombang. Perjalanan pulang cukup lancar. Tapi energi kami terkuras saat sampai Kertosono. Harusnya kami bisa langsung belok ke arah kanan menuju Jombang dari perempatan Kertosono. Namun, selama lebaran jalur dialihkan. Kami harus putar balik yang lumayan jauh dengan kondisi macet total. Bahkan, lebih jauh dari jalur tahun lalu. Sampai rumah selepas magrib. Badan rasanya sakit semua. Karena sepanjang jalan harus menahan badan adik Gia yang tertidur lelap di atas motor. Kondisi macet parah membawa balita itu capeknya berlipat.

Rumpi sama Rossi sambil nungguin anak-anak main

Agenda Dadakan Suami

Hari ke-4 rumah mertua sudah mulai sepi. Adik ipar dan suami mudik ke Madura. Aku ingin memanfaatkan waktu untuk istirahat. Sebelum keesokan harinya balik ke Surabaya. Tapi ternyata tak bisa istirahat dengan tenang. Siang-siang mencari Adik Gia yang sibuk mengejar ayam sampai area belakang rumah. Dia tak mau diajak tidur siang. Butuh sekitar 2 jam untuk membujuknya berhenti mengejar ayam dan bobok siang. Si adik bisa tidur siang dengan nyenyak meskipun agak telat. Tapi Aku harus melewatkan jadwal tidur siang karena mendekati waktu ashar. 


Agenda tidur lebih awal malam harinya juga tak bisa terlaksana. Suami mendadak ada agenda bersama teman-teman semasa sekolah dulu. Aku dan anak-anak diajak ikut serta. Alhasil, malam itu baru sampai rumah jam 9 malam lagi.  Tentu saja Lelah luar biasa rasanya. Apalagi malam itu juga harus packing karena keesokan harinya harus balik ke Surabaya jam 6 pagi. 

Selain agenda lebaran yang padat dan menyita banyak energi, selama di kampung halaman tidak diimbangi dengan asupan gizi yang cukup. Aku hanya makan apa yang dimasak oleh adik ipar. Menu-menu bersantan tanpa sayur. Aku juga lagi malas kalau harus ke luar desa yang jaraknya cukup jauh sekadar mencari sayur dan buah. 

Ini memang efek mengabaikan kondisi badan selama mudik lebaran. Menyepelekan sarapan dan makan tak terkontrol. Istirahat juga kurang maksimal. Semoga sakit kali ini menjadi pelajaran untukku agar lebih memperhatikan kesehatan saat mudik tahun depan, jika masih ada umur. 


5 PRODUK LOKAL UNTUK MAKE UP MINIMALIS SAAT LEBARAN

produk lokal yang berkualitas yang bisa diandalkan pemilik kulit kering untuk make up minimalis saat lebaran. ada emina bright stuff, pixy cushion, emina cheek lit, lip cream wardah
5 produk lokal untuk make up minimalis saat lebaran- Adalah naluri perempuan untuk selalu terlihat cantik dalam segala kondisi. Apalagi di hari spesial seperti lebaran. Berbagai perawatan dilakukan menjelang lebaran dan ingin tampil paripurna saat hari H. Namun, untuk perempuan yang tidak suka berdandan tapi tetap ingin terlihat fresh ketika bertemu sanak saudara, bisa mencoba beberapa produk lokal berikut untuk menghasilkan make up minimalis.

Emina Bright Stuff Moisturizing Cream

Langkah pertama sebelum make up adalah mengaplikasikan pelembab terlebih dahulu. Emina Bright Stuff tidak sekadar pelembab. Produk ini bisa menaikkan tone kulit sesaat setelah diaplikasikan ke kulit wajah. Memastikan kulit lembab sebelum melanjutkan ke tahap make up selanjutnya itu penting. Kulit yang lembab artinya sudah siap menerima tahapan make up selanjutnya. 

Emina Bright Stuff adalah produk lokal yang bisa dibeli dengan mudah. Harganya juga sangat terjangkau sekitar 25K saja. Meskipun harganya bersahabat, tapi kualitas produk-produk Emina sudah tidak diragukan lagi. Emina Bright Stuff ini termasuk produk terbaru dari Emina. Aku tahu produk Emina dari beberapa beauty vlogger. Mereka merekomendasikan produk-produk Emina karena Emina adalah produk lokal yang berkualitas tapi  harganya sangat bersahabat.

Mirabella Cystal Make Up Base 

Memakai Base Make up sangat disarankan agar riasan bisa bertahan lama. Bae Make Up yang pernah aku pakai biasanya berbentuk cream. Nah, ternyata ada produk lokal yang punya Bae Make Up berbentuk gel bening. Yaitu Mirabella Cystal Make Up Base.

Mirabella adalah brand lokal yang sudah puluhan tahun hadir di Indonesia. Dari zaman ibu kita, produk ini sudah eksis. Aku baru tahu kalau ada produk lokal yang kualitasnya bagus. Mirabella Cystal Make Up Base bisa dipilih untuk melembabkan kulit sekaligus sebagai primer sebelum memakai rangkaian make up lainnya. Teksturnya ringan dan cepat menyerap. Pemilik kulit kering sepertiku sangat terbantu dengan Crystal mMake Up Base dari Mirabella.  Harganya juga sangat bersahabat.  

Pixy Make It Glow Dewy Cushion

Setelah kulit benar-benar lembab, langkah selanjutnya dalah memakai Pixy Make It Glow Dewy Cushion. Cuchion lokal dengan kualitas bagus dan harga sangat terjangkau bisa jadi pilihan. Cushion Pixy ini adalah salah satu rangkaian dari produk terbaru Pixy yang berwarna coklat. 

Untuk menghasilkan make up minimalis tapi tetap terlihat segar, cukup memakai cushion tanpa memakai bedak sebagai finishing. Jika tidak ingin terlihat “menor” alias terlihat memakai riasan berlebihan,  Memakai Pixy Cushion bisa menjadi pilihan. Karena Pixy Cushion ini sudah bisa  menutupi kantong mata atau menyamarkan bekas jerawat. 


Sesuai namanya, Pixy Make It Glow Dewy Cushion memang cocok digunakan oleh pemilik kulit kering. Karena hasil akhirnya dewy bukan matte. Sehingga kulit yang awalnya kering bisa terlihat sedikit glowing segar. Untuk hasil minimalis, aplikasikan Cushion secukupnya saja. Penggunaannya hanya ditekan-tekan  perlahan pada permukaan kulit. Hindari mengusap-usap pada permukaan kulit karena akan menimbulkan keriput pada wajah. 

Emina Cheek lit Cream Blush 

Aku jatuh cinta dengan produk Emina satu ini. Sebagai pemilik kulit kering, tentu saja aku tidak cocok menggunakan blush on dalam bentuk tabur. Karena semakin membuat kulitku kering.  Aku sangat bersyukur bisa menemukan produk blush berbentuk cream seperti ini. Tapi aku lebih suka menyebut teksturnya seperti lotion. Karena sama persis seperti lotion baby kepunyaan si kecil. 

Emina Cheek Lit Cream Blush bentuknya mungil jadi praktis dibawa bepergian saat lebaran. Ada 2 pilihan warna, peach dan pink. Aku memilih warna peach agar terlihat natural. Memakai Emina Cheek Lit Cream Blush ini membuat wajah yang awalnya pucat menjadi lebih segar. Agar hasil pemakaian Cushion tidak bergeser, cukup tekan perlahan saat mengaplikasikan blush berbentuk cream ini. Teksturnya yang basah membuat kulit semakin membuat kulit lembab. 

Lip Cream Wardah 

Tidak sempurna riasan seorang perempuan tanpa lipstick sebagai penutup. Kali ini ada Lip cream lokal yang kualitasnya sudah tidak diragukan lagi. Lip Cream Wardah sudah menemani hari-hariku. Dan saat lebaran ini, lip cream Wardah masih bisa menjadi pilihan. Teksturnya yang ringan dan warna-warna yang cantik bisa membuat penampilan di hari lebaran lebih segar. 

Ada banyak pilihan warna lip cream Wardah. Tapi aku selalu lebih suka warna-warna nude untuk make up minimalis. Biasanya aku memilih nomor 13 karena warnanya tidak terlalu gojreng. Lip Cream Wardah ini lip cream dengan kualitas bagus tapi harga masih sangat bersahabat. 

Itulah produk-produk lokal yang bisa kalian coba untuk menghasilkan make up minimalis selama lebaran.