Sunday, June 17, 2018

Bukan Lebaran Biasa

Alhamdulillah kita masih bertemu dengan hari nan fitri. Lebaran kali ini berbeda dengan lebaran tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini aku memutuskan mudik ke rumah orang tuaku terlebih dahulu di Pare-Kediri. Dua tahun sebelumnya selalu berlebaran di kampung halaman suami. Mudik ke pare itu rasanya senang bercampur sedih. Suasana lebaran di Pare selalu ramai. Posisi rumah orang tua yang berada di pinggir jalan raya selalu dilewati pawai takbir keliling baik pawai anak-anak kecil dari mushola di dekat rumah maupun rombongan takbir keliling yang berasal dari desa-desa sebelah yang menggunakan mobil pick up. Suasana meriah seperti pawai agustusan, musik-musik yang mengiringi takbir keliling terkadang diselingi dengan musik dangdut koplo. Sedikit miris memang, kenapa nuansa sakral gema takbir lebaran harus disertai dengan dentuman musik dangdut. Rombongan takbir keliling yang menggunakan pick up atau truk-truk besar  hingga menjelang dini hari masih banyak yang lewat. Jadi, sangat mustahil bisa tidur nyenyak di malam lebaran. 

1 comment:
Tuesday, June 12, 2018

Kesibukan Anak Rantau Menjelang Lebaran

Sebagai anak rantau kesibukan  menjelang lebaran seperti ini adalah persiapan mudik. Mudiknya jarak dekat saja yaitu dari Surabaya ke Jombang dan Kediri, perjalanan yang hanya membutuhkan waktu 2-3 jam dengan menggunakan motor kesayangan.  Meskipun begitu tetap butuh persiapan yang lumayan rempong. Muai dari servis motor ke bengkel langganan sampai urusan packing barang-barang yang akan dibawa pulang. Packing keperluan mudik menyita energi lho. Pengennya mudik kali ini ala backpacker dengan ransel ukuran yang tidak terlalu besar, tapi banyak barang yang ingin dimasukkan ke dalam tas. Terutama barang keperluan anak-anak dan printilan emak. Bepergian Bersama dua bocah sehari saja barang bawaannya setumpuk, apalagi mudik berhari-hari. Rasanya sudah seperti orang mau pindahan rumah. Untung motor si Ayah punya tambahan box di bagian belakang. Sehingga sebagian barang bisa dimasukkan box tersebut. Box yang ukurannya terlihat kecil ternyata muat banyak barang lho. Printilan emak, barang  anak-anak, obat-obatan, diaper, sampai sebagian baju si kecil bisa dimasukkan ke dalam box. Jadi, tidak perlu membawa tas tambahan. Mulai tahun kemarin kita memang sengaja menghindari membawa koper untuk alasan efisiensi. 
2 comments:
Wednesday, June 6, 2018

[REVIEW] : Hada Labo Gokujyun Alpha Ultimate Anti-Aging

Usia sudah tidak muda lagi, yuk kita sering bahas tentang skincare anti-aging. Kali ini aku akan cerita pengalaman memakai skincare dari ROHTO yaitu Hada Labo Gokujyun Alpha Ultimate Anti-Aging. Kalau ngomongin ROHTO aku langsung teringat dengan obat tetes mata. Tapi ternyata ROHTO juga memproduksi skincare. Nama besar ROHTO sudah tidak diragukan lagi ya. Pastinya produk skincare yang diproduksi bukan sembarang produk. Lalu aku penasaran apa yang spesial dari Hada Labo Ultimate ini? Aku memutuskan membeli starter pack  Hada Labo Gokujyun Alpha Ultimate Anti-Aging seharga 30K yang berisi tiga produk berukuran 20 ml yaitu Ultimate anti-aging milk, Ultimate anti-aging lotion, dan Mild peeling face wash. Namun, yang akan aku ulas pada kesempatan kali ini adalah dua dari tiga produk tersebut. Untuk face wash sengaja tidak aku ulas.
1 comment: