Saturday, June 23, 2018

Kebahagiaan Mereka Adalah Kebahagiaanku

Salah satu alasan mudik ke kampung halaman adalah ingin bersilaturahmi dengan keluarga besar yang sudah lama tidak bertemu. Setidaknya untuk setahun terakhir. Aku tidak mudik ke kampung halaman di Pare dua tahun sehingga pada lebaran kemarin ada kepuasan tersendiri karena bisa berkumpul dengan sanak saudara. Bahagia bisa berkumpul dengan para sepupu yang sudah bertahun-tahun tidak berjumpa karena mereka merantau ke negeri orang. Ada beberapa sepupu yang baru mudik ke kampung halaman hanya lima tahun sekali. Pertimbangan mahalnya akomodasi saat menjelang lebaran menjadi salah satu alasan bagi mereka yang sudah berkeluarga. Dulu saat bertemu status mereka masih melajang, ketika berjumpa lebaran kemarin, rata-rata sudah mempunyai buah hati yang lucu-lucu. Jadi, momen lebaran  menjadi ajang perkenalan pasangan dan buah hati masing-masing. Anak-anak juga cepat sekali beradaptasi satu sama lain. Selain itu, mendengar kesuksesan para sepupu di negeri orang memberi semangat tersendiri buatku untuk terus berusaha tanpa mengenal kata menyerah. Mereka membagikan cerita suka duka bagaimana bisa sampai ke posisi seperti sekarang. Sebagai saudara, aku ikut senang karena keberanian mereka keluar dari zona nyaman tidak sia-sia.  

No comments:
Friday, June 22, 2018

Tekad Hati Setelah Lebaran Berlalu

Ramadhan dan lebaran tahun ini bagiku adalah momen untuk melakukan perenungan panjang. Sehingga ketika lebaran telah usai, ada beberapa hal yang menjadi fokus perbaikan. Berdasarkan komitmen untuk menjadi manusia yang lebih baik dan hari ke hari, ada beberapa resolusi setelah lebaran tahun ini, diantaranya:

No comments:
Tuesday, June 19, 2018

MUDIK : Silaturahmi Mengikis Rindu

Tahun lalu rencana mudik ke kampung halaman tidak terlaksana karena suami dan anak-anak sakit sehari menjelang mudik. Alhamdulillah tahun ini aku bisa mudik tanpa kendala. Aku beserta suami dan anak-anak meninggalkan perantauan pada H-2 lebaran. Perjalanan mudik sangat lancar karena jalanan sepanjang Surabaya-Pare cukup lengang. Kalau biasanya aku menempuh waktu 3 jam untuk bisa sampai di Pare, kali ini 2,5 jam sudah sampai rumah. Padahal beberapa kali berhenti untuk istirahat. Kondisi lengang mungkin karena  jam keberangkatan yang kita pilih berbeda dari kebanyakan pemudik. Kita memilih berangkat mudik tepat setelah sholat Dhuhur. Ketika kebanyakan orang masih terlelap dengan tidur siangnya. Bisa juga karena sebagian besar pemudik memilih menggunakan jalan tol yang baru dibangun pemerintah. Jalan tol yang masih diperdebatkan milik siapa ternyata sangat membantu para pemudik tahun ini. 
3 comments: