Friday, September 15, 2017

Asuransi : Bentuk Cinta Seorang Ayah Pada Keluarga

Ayah adalah sosok yang sangat berjasa dalam sebuah keluarga selain ibu. Bila seorang ibu selalu memastikan anak-anaknya nyaman dan bahagia sepanjang hari, maka seorang ayah selalu berusaha keluarga kecilnya berkecukupan. Ayah akan berusaha semaksimal mungkin membahagiakan keluarga dengan caranya sendiri. Bekerja dari pagi hingga sore agar bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga, termasuk terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan, dan pendidikan anak. Melindungi keluarga dari kelaparan dan berbagai jenis kekurangan lainnya adalah naluri seorang Ayah.

Namun sebagai kepala keluarga yang mencari nafkah, seorang ayah sadar bahwa suatu saat pasti tiba masanya ia tidak mampu lagi memberikan perlindungan maksimal kepada keluarga. Ketika kematian tiba, terputuslah peran seorang ayah yang selalu memenuhi kebutuhan keluarga. Sehingga sebagai bentuk cinta kepada keluarga, seorang ayah sudah seharusnya memikirkan cara agar keluarganya bisa tetap bertahan setelah kepergiannya. Karena selama ini ayahlah tulang punggung keluarga.

Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh seorang Ayah sebagai bentuk cinta pada keluarga adalah mencover masalah finansial. Memberi perlindungan terhadap kehilangan penghasilan yang bisa terjadi sewaktu-waktu akibat sebuah kematian. Untuk mengantisipasi hal tersebut seorang ayah bisa memilih asuransi jiwa. Karena dengan asuransi jiwa, keluarga akan menerima uang pertangguhan bila ayah sebagai pemegang polis meninggal dunia. Uang tersebut bisa digunakan oleh keluarga untuk kebutuhan hidup maupun modal usaha.

Akan tetapi sebelum memilih produk asuransi jiwa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang ayah. Diantaranya :

Pilih Asuransi Jiwa yang Sesuai dengan Kebutuhan 
Ada banyak jenis dari  asuransi jiwa yang masing-masing mempunyai manfaat yang berbeda-beda. Ada asuransi jiwa berjangka, asuransi jiwa seumur hidup, asuransi jiwa dwiguna, dan asuransi jiwa unit link. Semua jenis tersebut ada kelebihan dan kekurangannya. Pastikan memilih asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan saja.

Sesuaikan dengan Anggaran 
Saat memilih jenis asuransi jiwa, harus melakukan perhitungan anggaran yang akan digunakan terlebih dahulu. Jangan sampai mengganggu anggaran rumah tangga yang sudah diposkan sebelumnya. Pilih asuransi jiwa yang preminya tidak memberatkan.  Idealnya alokasi anggaran untuk asuransi adalah 10-20% dari income bulanan.

Kredibilitas Perusahaan Asuransi 
Memilih asuransi terutama asuransi jiwa tidak bisa sembarangan. Karena asuransi adalah perjanjian jangka panjang. Sehingga sangat penting memastikan perusahaan asuransi yang akan ayah pilih  adalah perusahaan yang tidak mempunyai masalah dalam pengelolaan keuangan. Bermasalah atau tidak sebuah perusahaan asuransi bisa di cek melalui surat kabar atau media massa lainnya.

Perhatikan Pelayanannya 
Perusahaan asuransi yang bagus biasanya diimbangi dengan pelayanan yang bagus juga. Pilih asuransi yang memberikan pelayanan ekstra, Misalnya pelayanan pelanggan 24 jam sehingga memudahkan ketika ingin menanyakan perihal produk asuransi yang dibeli. Penting sekali memastikan prosedur klaim yang digunakan, mulai dari persyaratan sampai berapa lama klaim akan dibayarkan nantinya. Sehingga tidak akan menyulitkan keluarga dikemudian hari.

Lakukan Selagi Sehat 
Urusan asuransi itu baiknya disegerakan. Melakukan perencanaan keuangan dengan produk asuransi itu disarankan ketika seorang ayah masih sehat dan umur semuda mungkin. Hal ini berkaitan dengan besarnya premi yang akan dibayarkan.

Itulah salah satu tindakan nyata yang bisa dilakukan oleh seorang ayah sebagai bentuk cintanya kepada keluarga. Memastikan keuangan keluarga aman saat seorang ayah meninggal dunia. Sebelum keluarga yang ditinggalkan bangkit sepenuhnya dari keterpurukan ditinggal oleh seorang kepala keluarga, setidaknya uang pertangguhan dari asuransi jiwa bisa mengcover kehidupan keluarga.





2 comments:
Thursday, September 14, 2017

Karena Anda Menikah Dengan Manusia


Menikah itu tak sesederhana yang dibayangkan. Menyatukan dua insan dengan kepribadian masing-masing. Manusia dengan keunikannya, tentunya butuh energi untuk bisa memahami satu sama lain. Dalam proses tersebut tak jarang terjadi benturan yang bisa mengganggu stabilitas hubungan, jika kedua belah pihak tidak menyadari bahwa proses membangun teamwork dalam sebuah pernikahan itu memang tidak mudah. Benturan-benturan itu bisa muncul di awal pernikahan atau bisa juga ketika umur pernikahan sudah sekian tahun. 

Urusan menikah bisa serumit itu ya? Yupz karena anda menikah dengan manusia. Makhluk yang diciptakan Tuhan dengan kepribadian yang begitu komplek. Hingga  ada yang mengelompokkan kepribadian manusia menjadi empat kelompok yaitu Sanguine, Kolerik, Melankoli, dan Phlegmatis. Tak lain hanya untuk bisa lebih mudah memahami makhluk bernama manusia yang terkadang tinggi egonya.

Memuaskan Ego
Mengikuti berita tentang seorang istri ditemukan tewas dengan luka tembak beberapa waktu lalu, langsung menggiring ingatan saya tentang tulisan seorang pakar pernikahan yang membahas tentang “memuaskan ego” yang bisa menjadi sumber pertikaian dalam sebuah rumah tangga. Demi memuaskan ego, seseorang bisa menuntut sesuatu di luar batas kemampuan pasangan. Entah tuntutan materi ataupun tuntutan yang berkaitan dengan kepribadian pasangannya. Egonya lah yang membuat ia selalu menyalahkan pasangan. Ego telah berkuasa atas dirinya.

Begitulah manusia dengan ego yang melekat pada dirinya. Menjadi sesempurna malaikat adalah hal yang mustahil. Jadi  Yang bisa dilakukan adalah menekan ego yang ada pada masing-masing individu. Sebisa mungkin menuntun pasangan bukan malah menuntut. Karena pada dasarnya tak ada orang yang suka dituntut. Sehingga pada akhirnya  sebuah hubungan akan berjalan harmonis, tidak akan menjadi kandas hanya karena salah satu pihak memuaskan ego. 

Terima Aku Apa Adanya
Karena ego manusia juga, kalimat "terima aku apa adanya" sering terlontar dalam sebuah hubungan. Dalam pernikahan semboyan tersebut apakah benar sepenuhnya? Yuk kita kaji ulang. 

Jika anda menikah dengan seseorang dengan kepribadian yang kurang menyenangkan misalnya, dengan sifat suka ngambekan, tidak jujur, kurang bisa mengerti pasangan, hidupnya tidak disiplin, suka marah-marah, tidak romantis, suka mengeluh, dan sederet sifat yang kurang baik. Apakah anda akan betah hidup bersama dengan orang dengan kepribadian seperti itu dalam kurun waktu yang cukup lama? Anggap saja 35-40 tahun ke depan hidup bersama pasangan. Apakah anda tetap memegang kalimat "terima aku apa adanya?" Pasti dalam hati kecil anda ingin pasangan anda berubah lebih baik. Sama halnya dengan pasangan hidup anda, jika anda punya kepribadian kurang baik pasti ia ingin agar anda berubah. Jadi prinsip "terima aku apa adanya" sebenarnya tidak sepenuhnya berlaku saat kita sudah menikah. 

Tapi masalahnya membuat orang berubah itu tidaklah mudah. Ada tahapan yang harus dilalui oleh keduanya agar masing-masing tidak merasa terpaksa menjalaninya. Proses berubah menjadi pribadi baru yang lebih baik bisa disamakan dengan proses instal. Proses instal tersebut tidak bisa dilakukan secara dadakan. Kebanyakan orang ingin langsung mengubah kepribadian pasangan yang kurang sesuai dengan dirinya. Padahal proses yang instan tersebut rawan menimbulkan penolakan oleh yang bersangkutan. Alhasil konflik pun tak bisa dihindari. 

Trus Harus Bagaimana? 
Sebelum berfikir ingin mengubah seseorang, ada tahapan yang harus dilalui agar proses mengubah (instal) bisa maksimal. Menurut seorang konselor pernikahan Indra Noveldy mengatakan, Alur yang harus dilalui  bila ingin mengubah pasangan menjadi pribadi yang lebih baik sesuai dengan keinginan kita  adalah 

Nyaman  - Trust - Install

Nyaman 
Seseorang akan tetap mempertahankan sebuah hubungan bila ia merasa nyaman. Nyaman ini bersifat personal ya. Jadi kenali apa yang membuat pasangan nyaman dengan anda. Bila perlu tanyakan kepada pasangan apa yang membuatnya nyaman. Anda menikah dengan manusia yang isi hatinya tak pernah bisa ditebak. Namun indikasi awal  pasangan nyaman itu juga bisa dilihat dari tidak adanya kendala komunikasi antara keduanya. Pasangan bisa betah ngobrol berlama-lama dengan anda. Perasaan nyaman ini pondasi dasar, sangat krusial dalam sebuah hubungan pernikahan. Buatlah pasangan anda nyaman terlebih dahulu sebelum memasuki tahap selanjutnya. 

Trust 
Ketika pasangan sudah nyaman maka ia akan percaya sepenuhnya kepada anda. Ia akan bebas berekspresi di depan anda. Bisa leluasa curhat tanpa takut dinilai negatif atau dipandang rendah oleh anda. Membangun Trust ini butuh perjuangan dan proses yang tidak mudah. Anda bisa memulai percaya sepenuhnya kepada pasangan. Agar ia juga bisa percaya kepada anda. Trust ini bisa benar-benar tercipta asal kedua belah pihak bekerja keras untuk mewujudkannya. Lama tidak proses mewujudkannya tergantung pada anda dan pasangan. Karena tidak ada hubungan yang konstan dan stabil, selalu naik dan turun. Jadi dalam membangun trust, kedua belah pihak harus saling mengingatkan dan saling menguatkan satu sama lain.   Bila Trust sudah tercipta baru menuju ke tahapan selanjutnya yaitu proses Install.

Install 
Saat pasangan sudah nyaman dan trust sepenuhnya, baru bisa dilakukan install. Install disini semacam mensugesti pasangan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Mengubah kepribadian pasangan tanpa paksaan. Seseorang yang sudah terlanjur nyaman dan trust pada anda, maka ia akan secara otomatis mengikuti saran yang anda berikan. Tak ada penolakan bahkan konflik. Yang ada hanya pemikiran bahwa anda peduli dan sayang dengannya. Misi anda mengubah pasangan pun berhasil. Hal tersebut berdampak juga pada keharmonisan rumah tangga. Yupz karena anda menikah dengan manusia, yang mempunyai sekeping hati yang bisa berubah bila mendapat sentuhan kepedulian dan kenyamanan. Tergantung dari sebesar apa ikhtiyar anda.




6 comments:
Tuesday, September 12, 2017

REVIEW : Purbasari HI-MATTE Lip Cream No. 2 (Hydra Series)




Perempuan dan Lipstik adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Barang yang selalu ada di tas para perempuan. Aku sendiri mulai suka bereksperimen dengan barang mungil ini saat kuliah. Namun selama ini lipstik yang aku gunakan sebatas  jenis satin lipstik. Aku suka lipstik jenis satin karena  mempunyai tekstur lembab dan  membuat efek sedikit berkilau. Namun jenis lipstik ini punya kelemahan tidak tahan lama. Sehingga pertengahan tahun kemarin aku disarankan oleh seorang teman untuk mencoba jenis lipstik matte. Jenis lipstik yang diklaim lebih tahan lama nempel di bibir. Dan lipstik matte produk lokal yang pertama kali aku coba adalah purbasari. Lipstik yang beberapa saat lalu menjadi topik perbincangan kaum hawa karena lipstik lokal dengan harga lumayan murah namun kualitasnya tidak diragukan. Aku jatuh cinta dengan lipstik matte purbasari karena selain harganya terjangkau dan hasilnya pun bagus di bibirku. 

Ketika tahu bahwa Purbasari  mengeluarkan produk terbaru Purbasari Hi-Matte Lips Cream Hydra Series, aku langsung tertarik untuk membelinya. Mungkin karena sudah cocok dengan lipstik purbasari sebelumnya, jadi yakin banget lip cream purbasari Hydra Series bakal cocok juga di bibirku. Berhubung aku penggemar akut lipstik nude maka pilihanku jatuh pada Purbasari Hi-Matte Lip Cream No. 2 Azalea.

Kemasan 
Jatuh cinta pada pandangan pertama, begitulah yang aku rasakan. Pertama kali melihat kemasan lip cream purbasari hidra series ini. " Kemasannya Cantik elegan " kesan pertama yang aku tangkap. Kemasan warna hitam dengan desain yang sedikit terbuka membuat kita bisa melihat sekilas warna dari tiap nomor lip cream purbasari ini tanpa harus mengeluarkan lipstik dari kemasannya. Seakan purbasari memahami hati perempuan yang seringnya  tak puas hanya melihat nomor dan gambaran warna di kemasan lipstik pada umumnya. Hal lain yang tak kalah penting adalah adanya label Halal dan POM pada kemasan lipstiknya. Sehingga dipastikan aman dan tidak ada lagi keraguan akan ingredients lipstik tersebut.


Setelah membuka kemasan, aku semakin suka dengan wadah transparan lipstik tersebut. Tutup hitam dan aplikator yang kecil sangat pas saat digunakan untuk mengaplikasikan lip creamnya di bibir.


Tekstur dan Warna
teksturnya yang creamy sangat terasa lembut di bibirku. Tidak butuh waktu lama untuk kering saat dioleskan di bibirku. Jadi, sangat cocok untukku yang tak punya banyak waktu berlama-lama di depan meja rias. Namun pastikan sudah melakukan srubbing terlebih dahulu pada bibir agar hasilnya mulus. Tidak akan terlihat seperti bibir pecah-pecah. Sedangkan untuk warna, Purbasari Hi-Matte Lip Cream yang nomor 2 ini adalah lipstik dengan warna soft alias nude. Warna-warna yang cocok untuk dipakai beraktifitas sehari-hari. Warna yang dihasilkan senada dengan warna bibir sehingga terkesan natural tidak menor, namun bibir tetap terlihat fresh. Akan tetapi warna lipstik ini kurang nampol jika digunakan untuk berfoto. Mungkin next time pengen mix purbasari lip cream nomor 2 dengan nomor lain yang sedikit jogreng warnanya. Agar lebih perfect saat digunakan untuk selfi di depan kamera.




Baca Juga : Review Wardah Hydrating Aloe Vera Gel

Kesan Pemakaian 
Setelah melakukan pemakaian purbasari Hi-Matte Lip Cream no 2 Azalea ini overall puas. Dengan tekstur yang lembut, cepat kering saat diaplikasikan, ringan di bibir, serta lumayan tahan beberapa jam. Aku menggunakan pagi hari, saat dhuhur masih nempel di bibir. Meskipun idealnya tetap lebih bagus dioles ulang setelah beberapa jam pemakaian.


Jika ditanya apakah akan membeli kembali lip cream ini ketika habis? jawabannya adalah iya pasti membeli kembali. Bahkan aku punya rencana membeli Purbasari Hi-Matte Lip Cream Hydra series tidak hanya nomor 2 saja. Karena lipstik lokal ini selain bagus, harganya pun bersahabat untuk kantongku. Dengan harga 49k saja sudah dapat lipstik kece ini. Bukankah  Bagus dan harga terjangkau adalah dua hal yang sangat disukai oleh perempuan? 



17 comments: