Wednesday, July 5, 2017

Dua Waktu Yang Efektif Belajar Mengaji Bagi Anak

Dari sekian banyak tugas sebagai orangtua, tugas yang paling berat adalah mencetak generasi unggulan di masa yang akan datang. Karena nasib sebuah bangsa dua puluh tahun ke depan tergantung pada generasi yang kini sedang disiapkan dalam rumah masing-masing. Yupz, pendidikan pertama berasal hari dalam rumah. Orangtua yang akan dicontoh oleh  anak-anak sebelum mereka mendapat pendidikan dari luar rumah. Segala tingkah polah orangtua akan mudah ditiru oleh anak. Cara makan, cara duduk, cara berbicara, cara bersikap kepada orang lain, hingga urusan ibadahpun tak luput dari perhatian anak. Rutinitas harian orangtua menjadi kiblat sang anak. Sehingga penting sekali mempunyai jadwal harian bagi orangtua.

Dalam keluarga kecilku sekarang punya jadwal harian yang mau tak mau harus dijalankan oleh aku dan suami. Tujuannya agar kita bisa mengkondisikan si sulung yang masih duduk di TK B. Termasuk membuat kapan waktu untuk mengajari si sulung mengaji. Kita memang memilih tidak memasukkan si sulung ke TPA. Kita ingin memantau sendiri bagaimana proses anak mengenal satu persatu huruf hijaiyah. Maka aku dan suami membagi tugas untuk urusan mengaji mas Agha.

Memilih Waktu Yang Efektif
Si sulung Agha tipe anak moody, suasana hatinya sering berubah-ubah. Sehingga untuk urusan belajar mengaji harus memilih waktu yang tepat. Untuk urusan mengaji memang sengaja benar-benar diperhatikan oleh aku dan suami. Menanamkan kecintaan terhadap ibadah termasuk mengaji sebisa mungkin kita lakukan sejak dini. Jauh sebelum anak-anak terkontaminasi dunia luar. Harapannya kelak ia akan melibatkan Al Quran dalam setiap langkah hidupnya. Berbeda dengan urusan belajar baca tulis misalnya, sebagai orangtua kita hanya memfasilitasi berbagai macam buku bacaan yang menarik. Tanpa mengalokasikan waktu khusus untuk belajar baca tulis. Meskipun akhirnya ia bisa lancar membaca tanpa paksaan dari siapapun.

Setelah Sholat Maghrib
Setelah sholat maghrib adalah waktu yang efektif untuk mengajari anak mengaji. Kebiasaan si sulung ikut sholat berjamaah di masjid akan lebih efektif bila setelah pulang dari masjid disambung dengan mengaji. Alasannya karena semangat ibadahnya masih melekat dan masih mengenakan baju koko rapi. Biasanya mas Agha bercerita ke bunda isi doanya yang dia panjatkan setelah selesai sholat maghrib saat di masjid tadi. Mendengar isi doa yang anak TK itu kadang bikin terharu tapi kadang bikin ketawa. Namanya juga anak-anak. Setelah itu aku akan menyimak bacaan Iqra' mas Agha. Memastikan panjang pendek dan pelafalan hurufnya pas. Sedikit ilmu tajwid yang pernah aku dipelajari  sangat membantu menyimak mas Agha mengaji. Aku sengaja memilih metode Iqra' dibanding metode mengaji lainnya yang sedang booming. Terkesan jadul namun lebih efektif menurutku. Durasi belajar mengaji juga diperhatikan. Untuk mas Agha tidak lebih dari 15 menit. Karena kalau lewat waktu itu pasti tidak fokus. Bila mas Agha moodnya msih bagus, biasanya akan disambung lagi dengan kisah-kisah menarik khas anak-anak yang diambil dari Al Quran. Kisah para nabi dengan mukjizat mereka atau kisah inspiratif lainnya.

Setelah Sholat Subuh
Sejak si sulung belum sekolah aku dan suami sudah membiasakan dia untuk bangun pagi. Alasannya waktu itu karena suami harus berangkat kerja sebelum jam 6 pagi. Sebelum berangkat ia ingin menikmati kebersamaan dengan anak dan istrinya. Jadi kita sekeluarga terbiasa bangun subuh, termasuk si sulung. Kebiasaan mas Agha yang jarang dimiliki anak-anak seusianya adalah kalau bangun tidur pasti langsung minta mandi. Bangun sebelum subuh juga langsung minta mandi. Sehingga saat adzan subuh ia sudah rapi dan siap ikut ayah ke masjid.

Selesai sholat subuh berjamaah di masjid biasanya langsung disambung dengan belajar ngaji tahap kedua. Karena pagi hari pikiran masih fresh, aku dan suami memutuskan memanfaatkan waktu tersebut untuk proses hafalan surat-surat pendek untuk mas Agha. Kegiatan ini mentornya adalah suami. Alasannya selain berbagi tugas dalam hal mendidik anak, juga karena aku sibuk dengan si kecil yang ikut bangun atau sibuk mempersiapkan bekal untuk mas Agha. Dalam kegiatan hafalan ini juga sesekali diselipi arti dari masing-masing surat yang sedang dihafal. Tujuannya agar mas Agha tidak sekedar menghafal namun memahami apa yang telah dia lafalkan.

Itulah dua waktu efektif untuk belajar mengaji bagi anak sulungku. Jika bisa diterapkan dalam keluarga lain silahkan. Yang pasti setiap keluarga punya ritmenya sendiri. Silahkan mengamati ritme dalam keluarga masing-masing. Mencari waktu yang efektif untuk mengajari anak-anak mengenal kalam Ilahi.

8 comments:

  1. Wah, dekCrayon, bahagianya bisa bersama-sama di pagi hari. Satu teladan yang akan tetap menyangkut di hati anak-anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bundaa, family time sebelum semua sibuk dengan aktivitasnya masing2

      Delete
  2. Wah mantap nanti di cobaba sekarang baby dengar murotal kalau abis magrib hehe

    ReplyDelete
  3. Yg habis maghrib, aku sellau gagal mbk, jd aku ganti pas mau tidur aja,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah alternatif baru ya sebelum tidur. Next time bisa deh aku coba

      Delete
  4. yes mba aku juga abis magrib abis solat jamaah terus dzikir, doa baru ngaji alhamdulilah memang kadang klo ga mood anakku cuman sebentar aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya anak2 emang moody harus pinter2 nyari celah ya

      Delete