Berkah Itu Bernama THR

Hal yang paling ditunggu saat menjelang Hari Raya Idulfitri selain mudik adalah Tunjangan Hari Raya atau disebut THR. Ya iyalah mudik tanpa THR bagai sayur tanpa garam (nyanyi ala Inul Daratista). Hambar pastinya. Bukan perkara tidak bisa beli baju lebaran, tapi percayalah mudik lebaran itu butuh dana berlipat-lipat lebih banyak. Meskipun sudah punya dana simpanan selama 11 bulan sebelumnya, tapi tetep dana THR punya andil besar dalam anggaran mudik. Apalagi seorang teman bercerita bahwa besaran THR rekan kerjanya enam kali lipat gaji bulanan. Wuih pasti sangat ditunggu-tunggu cairnya THR. lumayaan banget kan.

Bagiku sendiri sebagai istri dari seorang abdi negara, THR adalah sebuah berkah. Menerima uang sebesar satu kali gaji secara cuma-cuma itu namanya berkah. Tahu kan kalau baru kemarin para abdi negara menerima THR. Ketika para pekerja di perusahaan-perusahaan swasta sudah terbiasa menerima uang THR setiap tahunnya, daku baru dua tahun terakhir benar-benar murni menerima uang THR. Sebelumnya hanya ada gaji 13. Beda dong gaji 13 dan THR. Hehehe
Menerima uang THR itu harus bijak ya alias gak boleh kalap. Emang sih pengennya shopping terus. Apalagi sekarang shopping tinggal pencat pencet layar HP. Biar tidak kalap saat uang THR sudah ditangan, ingat 2 hal berikut :

Momentum Bersedekah
Saat lebaran atau Hari Raya Idul Fitri itu artinya saat untuk silaturahmi.  Berkunjung ke tetangga, pakde budhe, om tante, hingga rumah mbah buyut kalau beliau masih hidup. Bertemu dengan para sepupu yang sudah punya "pasukan" seperti kita. Tentunya momen tersebut sangat tepat untuk saling berbagi. Berbagi cerita dan juga berbagi angpau. Jangan salah, tak hanya anak kecil yang masuk daftar penerima angpau, akan tetapi para sesepuh pun juga bisa dimasukkan daftar. Tentunya bukan dalam bentuk amplop unyu-unyu yang biasa kita berikan kepada para keponakan. Tetapi dalam bentuk bahan-bahan sembako seperti gula, minyak goreng, dan lain sebagainya. Bertemu dengan keluarga besar bagi para perantauan itu kan biasanya hanya bisa setahun sekali, jadi tak ada salahnya mengalokasikan dana lebih untuk berbagi. Dana THR salah satu sumbernya.

Pasca Mudik
Untuk lebaran tahun 2017 ini bisa dibilang jatuh pada tanggal yang tepat. Lebaran ada di minggu ke tiga. Jadi setelah aktivitas mudik seminggu, kita pulang sudah disambut dengan tanggal gajian. Namun tetap ya harus mengalokasikan dana untuk kebutuhan setelah balik dari kampung sebelum hari gajian tiba. Pasca mudik biasanya badan masih capek semua. Aura pengen bermalas-malasan masih begitu kuat. Jadi solusinya adalah beli di luar. Pasca mudik ternyata masih sedikit warung makanan yang buka. Kebanyakan penjual juga masih mudik. Rata-rata penjual mudik lebih lama karena tidak terikat dengan masa cuti seperti para pegawai kantor pada umumnya. Sehingga hal tersebut berpengaruh terhadap harga makanan pasca lebaran. Biasanya harga makanan bisa dua sampai tiga kali lipat dari harga normal. Kalau anggota keluarga kita banyak dan butuh beli makanan sehari tiga kali, ya lumayan menguras dompet kan. Makanya sepertiga dari dana THR bisa disisihkan untuk kebutuhan sehari-hari pasca mudik. Benar-benar disisihkan ya. Karena biasanya berapapun uang yang dibawa saat mudik, akan habis tak tersisa. Ada aja pengeluaran tak terduga. Benar kan?

So, uang THR ini benar-benar bisa menjadi berkah tersendiri jika kita bisa mengelolanya.

Comments

  1. Iya bener banget yaa, uang THR yang didapat baik kecil mupun besar tergantung gimana kita mengelolanya, harus ada pos2 biar ga melebaar sana sini .

    ReplyDelete
  2. Memang ya mbak kalau sudah menikah akan dibebani kewajiban bagi-bagi THR ke ponakan-ponakan. Tapi menyenangkan juga bisa berbagi ke sdara-sodara sendiri.

    ReplyDelete
  3. Uang THR adalah bagi bunda uang extra tahunan, yang boleh bunda gunakan untuk apa saja yang memberikan manfaat bagi keluarga dan diri sendiri. Tentu saja ini dengan penuh perhitungan, agar setelah THR tandas tidak akan ada penyesalan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali mbak..harus bijak mengelola

      Delete

Post a Comment