Thursday, May 3, 2018

Mendisiplinkan Anak Sejak Dini Bukan Berarti Kejam


Mendisiplinkan Anak Sejak Dini Bukan Berarti Kejam-Setiap orang tua punya aturan berbeda pada anak-anaknya. Karena kondisi anak juga tidak sama. Sehingga aturan yang diterapkan pada satu anak belum tentu efektif kepada anak lainnya. Begitu juga keputusan orang tua yang mendisiplinkan anaknya sejak usia balita bukan berarti mereka adalah orang tua yang kejam. Mereka punya pertimbangan tersendiri yang tidak kita ketahui. Tentunya apa yang dilakukan setiap orang tua demi kebaikan si anak. Rasanya kurang bijak jika kita menghakimi para orang tua yang memilih mendisiplinkan anak-anaknya di usia dini. Jadi intinya kita tidak bisa mengukur sepatu orang lain dengan ukuran kaki kita. 

Sebagai orang tua dari dua bocah yang masih berusia 6 dan 2 tahun, aku juga memilih mendisiplinkan kedua anakku sejak usia dini. Terbiasa hidup disiplin sejak di bangku sekolah menjadi salah satu faktor kenapa aku menerapkan disiplin sedini mungkin kepada mereka berdua. Aku sudah merasakan manfaat hidup disiplin jadi aku ingin anak-anakku juga kelak bisa merasakan hal yang sama. Si sulung Agha punya jadwal harian mulai dari pagi sampai malam menjelang tidur. Agha sudah paham kapan waktu dia harus setor ngaji ke bunda, jam yang diperbolehkan menyalakan TV untuk streamingan film favoritnya, atau jam berapa dia harus tidur siang. Dia juga punya jadwal hari bebas bermain gadget. Yaitu 2 hari dalam satu minggu dia diperbolehkan menggunakan tablet yang dimilikinya.


Aturan lainnya yang sudah lama aku terapkan bahkan sebelum dia prasekolah adalah kebiasaan segera mandi setelah bangun tidur dan meletakkan barang sesuai tempatnya, termasuk membereskan mainan setelah digunakan untuk bermain. Anak usia prasekolah biasanya susah untuk disuruh mandi pagi. Mereka lebih memilih bermain terlebih dahulu dari pada mandi. Setidaknya itu yang aku lihat dari para keponakan dan teman-teman Agha.  Tapi tidak dengan Agha. Dia sudah terbiasa segera mandi setelah bangun tidur. Pernah suatu ketika dia terbangun pukul 3 dini hari. Dia tetap minta mandi meski aku sudah melarangnya karena masih terlalu pagi. Agha sekarang sudah berusia 6 tahun dan sudah  terbiasa dengan ritme hariannya dan tidak keberatan dengan jadwal harian yang dibuatkan oleh ayah bunda. Dia sadar hidupnya teratur, berbeda dengan sepupu dan teman bermainnya yang tidak punya jadwal harian. Dia sekarang bisa menolak bila diajak temannya bermain di luar rumah pada jam tidur siang.

Demikian juga dengan Gia. Bocah 2 tahun itu sudah terbiasa dengan aturan sederhana yang diterapkan kepadanya. Contoh kecil seperti tidak boleh bermain ke luar rumah sebelum mandi atau mengambil kerudungnya terlebih dahulu bila mengajak ayah bundanya pergi sekedar ke toko dekat rumah. Jadi, Gia sekarang langsung minta mandi jika bangun tidur. Pernah suatu hari Gia sudah bangun saat adzan subuh berkumandang. Dia tetap minta dimandikan oleh bunda. Jadi, Gia tidak pernah seperti anak sebayanya, pagi-pagi sudah bermain di luar pagar dalam kondisi diaper menggelantung penuh dengan pipis dan kotoran mata disana-sini karena baru bangun tidur. Jam tidur Gia juga teratur. Dia tidak akan berada di luar rumah saat jam tidur siang tiba. Dan segera minta tidur bila jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. 


Menerapkan disiplin dalam segala hal sejak usia dini mungkin terlihat kejam di mata orang lain karena membatasi ruang gerak anak. Tapi bila mau melihat jauh ke depan, akan ada banyak manfaat yang diperoleh si anak suatu saat nanti karena terbiasa hidup disiplin. Karena Disiplin adalah karakter yang harus dimiliki anak terlepas apapun profesi yang dijalaninya kelak. Terbiasa hidup teratur akan membantu keseharian anak baik saat dia bersekolah, sudah ada di dunia kerja, maupun saat bermasyakarat. Awalnya anak akan merasa dipaksa untuk disiplin, kemudian dari keterpaksaan itu akan terbiasa dan belajar untuk menikmati ritme hidupnya. Bahkan, akan terasa aneh jika tiba-tiba melakukan sesuatu tanpa ritme yang jelas. Jadi, menurutku mendisiplinkan anak sejak dini itu bukan kejam tapi justru bentuk kasih sayang orang tua kepada anak. Memang dengan mendisiplinkan anak, orang tua terkesan tidak menuruti keinginan anak. Namun orang tua menyiapkan apa yang dibutuhkan anak di masa depan. Anak baru bisa merasakan manfaatnya suatu saat nanti bila sudah dewasa dan jauh dari orang tuanya. 

2 comments:

  1. Keren mbk, umur 6 tahun dan 2 tahun udh mw mandi pagi. Kesindir banget karna aku malas mandi pagi duh. Makasih sharingnya mbk. Makasih sudah mengingatkan. Berguna banget jika kelak aku udh nikah. Salam, muthihauradotcom

    ReplyDelete
  2. semoga segera bertemu jodoh ya mbak..

    ReplyDelete