Saturday, June 23, 2018

Kebahagiaan Mereka Adalah Kebahagiaanku

Salah satu alasan mudik ke kampung halaman adalah ingin bersilaturahmi dengan keluarga besar yang sudah lama tidak bertemu. Setidaknya untuk setahun terakhir. Aku tidak mudik ke kampung halaman di Pare dua tahun sehingga pada lebaran kemarin ada kepuasan tersendiri karena bisa berkumpul dengan sanak saudara. Bahagia bisa berkumpul dengan para sepupu yang sudah bertahun-tahun tidak berjumpa karena mereka merantau ke negeri orang. Ada beberapa sepupu yang baru mudik ke kampung halaman hanya lima tahun sekali. Pertimbangan mahalnya akomodasi saat menjelang lebaran menjadi salah satu alasan bagi mereka yang sudah berkeluarga. Dulu saat bertemu status mereka masih melajang, ketika berjumpa lebaran kemarin, rata-rata sudah mempunyai buah hati yang lucu-lucu. Jadi, momen lebaran  menjadi ajang perkenalan pasangan dan buah hati masing-masing. Anak-anak juga cepat sekali beradaptasi satu sama lain. Selain itu, mendengar kesuksesan para sepupu di negeri orang memberi semangat tersendiri buatku untuk terus berusaha tanpa mengenal kata menyerah. Mereka membagikan cerita suka duka bagaimana bisa sampai ke posisi seperti sekarang. Sebagai saudara, aku ikut senang karena keberanian mereka keluar dari zona nyaman tidak sia-sia.  

No comments:
Friday, June 22, 2018

Tekad Hati Setelah Lebaran Berlalu

Ramadhan dan lebaran tahun ini bagiku adalah momen untuk melakukan perenungan panjang. Sehingga ketika lebaran telah usai, ada beberapa hal yang menjadi fokus perbaikan. Berdasarkan komitmen untuk menjadi manusia yang lebih baik dan hari ke hari, ada beberapa resolusi setelah lebaran tahun ini, diantaranya:

No comments:
Tuesday, June 19, 2018

MUDIK : Silaturahmi Mengikis Rindu

Tahun lalu rencana mudik ke kampung halaman tidak terlaksana karena suami dan anak-anak sakit sehari menjelang mudik. Alhamdulillah tahun ini aku bisa mudik tanpa kendala. Aku beserta suami dan anak-anak meninggalkan perantauan pada H-2 lebaran. Perjalanan mudik sangat lancar karena jalanan sepanjang Surabaya-Pare cukup lengang. Kalau biasanya aku menempuh waktu 3 jam untuk bisa sampai di Pare, kali ini 2,5 jam sudah sampai rumah. Padahal beberapa kali berhenti untuk istirahat. Kondisi lengang mungkin karena  jam keberangkatan yang kita pilih berbeda dari kebanyakan pemudik. Kita memilih berangkat mudik tepat setelah sholat Dhuhur. Ketika kebanyakan orang masih terlelap dengan tidur siangnya. Bisa juga karena sebagian besar pemudik memilih menggunakan jalan tol yang baru dibangun pemerintah. Jalan tol yang masih diperdebatkan milik siapa ternyata sangat membantu para pemudik tahun ini. 
3 comments:
Sunday, June 17, 2018

Bukan Lebaran Biasa

Alhamdulillah kita masih bertemu dengan hari nan fitri. Lebaran kali ini berbeda dengan lebaran tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini aku memutuskan mudik ke rumah orang tuaku terlebih dahulu di Pare-Kediri. Dua tahun sebelumnya selalu berlebaran di kampung halaman suami. Mudik ke pare itu rasanya senang bercampur sedih. Suasana lebaran di Pare selalu ramai. Posisi rumah orang tua yang berada di pinggir jalan raya selalu dilewati pawai takbir keliling baik pawai anak-anak kecil dari mushola di dekat rumah maupun rombongan takbir keliling yang berasal dari desa-desa sebelah yang menggunakan mobil pick up. Suasana meriah seperti pawai agustusan, musik-musik yang mengiringi takbir keliling terkadang diselingi dengan musik dangdut koplo. Sedikit miris memang, kenapa nuansa sakral gema takbir lebaran harus disertai dengan dentuman musik dangdut. Rombongan takbir keliling yang menggunakan pick up atau truk-truk besar  hingga menjelang dini hari masih banyak yang lewat. Jadi, sangat mustahil bisa tidur nyenyak di malam lebaran. 

1 comment:
Tuesday, June 12, 2018

Kesibukan Anak Rantau Menjelang Lebaran

Sebagai anak rantau kesibukan  menjelang lebaran seperti ini adalah persiapan mudik. Mudiknya jarak dekat saja yaitu dari Surabaya ke Jombang dan Kediri, perjalanan yang hanya membutuhkan waktu 2-3 jam dengan menggunakan motor kesayangan.  Meskipun begitu tetap butuh persiapan yang lumayan rempong. Muai dari servis motor ke bengkel langganan sampai urusan packing barang-barang yang akan dibawa pulang. Packing keperluan mudik menyita energi lho. Pengennya mudik kali ini ala backpacker dengan ransel ukuran yang tidak terlalu besar, tapi banyak barang yang ingin dimasukkan ke dalam tas. Terutama barang keperluan anak-anak dan printilan emak. Bepergian Bersama dua bocah sehari saja barang bawaannya setumpuk, apalagi mudik berhari-hari. Rasanya sudah seperti orang mau pindahan rumah. Untung motor si Ayah punya tambahan box di bagian belakang. Sehingga sebagian barang bisa dimasukkan box tersebut. Box yang ukurannya terlihat kecil ternyata muat banyak barang lho. Printilan emak, barang  anak-anak, obat-obatan, diaper, sampai sebagian baju si kecil bisa dimasukkan ke dalam box. Jadi, tidak perlu membawa tas tambahan. Mulai tahun kemarin kita memang sengaja menghindari membawa koper untuk alasan efisiensi. 
2 comments:
Wednesday, June 6, 2018

[REVIEW] : Hada Labo Gokujyun Alpha Ultimate Anti-Aging

Usia sudah tidak muda lagi, yuk kita sering bahas tentang skincare anti-aging. Kali ini aku akan cerita pengalaman memakai skincare dari ROHTO yaitu Hada Labo Gokujyun Alpha Ultimate Anti-Aging. Kalau ngomongin ROHTO aku langsung teringat dengan obat tetes mata. Tapi ternyata ROHTO juga memproduksi skincare. Nama besar ROHTO sudah tidak diragukan lagi ya. Pastinya produk skincare yang diproduksi bukan sembarang produk. Lalu aku penasaran apa yang spesial dari Hada Labo Ultimate ini? Aku memutuskan membeli starter pack  Hada Labo Gokujyun Alpha Ultimate Anti-Aging seharga 30K yang berisi tiga produk berukuran 20 ml yaitu Ultimate anti-aging milk, Ultimate anti-aging lotion, dan Mild peeling face wash. Namun, yang akan aku ulas pada kesempatan kali ini adalah dua dari tiga produk tersebut. Untuk face wash sengaja tidak aku ulas.
1 comment:
Monday, June 4, 2018

[REVIEW] : THE SAEM WHITE TEA CLEANSING WATER


The Saem White Tea Cleansing Water- Melakukan perawatan kulit secara rutin setiap hari sudah menjadi keharusan bagi perempuan. Sederet langkah perawatan yang memakan waktu cukup lama rela dilakoni demi menjaga kulit wajah tetap sehat dan terlihat bersih. Diantara tahapan membersihkan wajah tersebut, tahapan cleansing tidak boleh dilewatkan. Yaitu proses membersihkan sisa-sisa riasan yang menempel di wajah setelah beraktivitas seharian di luar. Tahapan ini dilakukan sebelum menggunakan sabun pembersih wajah. Karena membersihkan wajah dengan sabun pembersih wajah saja tidak cukup mengangkat tebalnya sisa riasan yang menempel di kulit wajah. Apalagi jika yang digunakan adalah foundation, lipstik, eyeliner dan riasan mata yang susah dibersihkan hanya dengan facial foam biasa. 
1 comment:
Wednesday, May 30, 2018

Haruskah Berburu Skincare Anti-Aging di Usia 30 Tahun-an?


Usia 30 tahun itu usia yang sakral buatku. Jadi, saat menjelang usia 30 rasanya nano-nano antara sedih dan senang. Senang sekali masih diberi kesempatan berada di usia kepala tiga ini, Tapi sedih karena harus menerima kenyataan aku sudah tidak muda lagi. Kerutan-kerutan halus di wajah  sudah mulai muncul. Sebagai emak-emak yang ingin tetap terlihat muda tentu munculnya tanda-tanda penuaan itu lumayan mengganggu. Si Sulung saja masih duduk di bangku TK, akankah wajah emaknya terlihat "seboros" ini? Pengennya sih masih terlihat kinclong meski anak-anak beranjak dewasa. Usia boleh terus bertambah asal kulit wajah tetap terlihat bersih dan segar seperti masih berumur 20 tahun-an. Tak ada satu emakpun yang menolak dipuji awet muda. Kayaknya terlihat awet muda sepanjang usia menjadi dambaan semua wanita. Tak terkecuali aku dong.   
1 comment:
Thursday, May 24, 2018

Merindukan Suasana Ramadhan Di Kampung Halaman

Alhamdulillah masih dipertemukan dengan Ramadhan tahun ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku lewati Ramadhan di perantauan. Setidaknya 10 tahun terakhir aku menghabiskan Ramadhan di tengah hiruk pikuk kota pahlawan. Suasana  Ramadhan di kota yang sibuk ini sangat berbeda dengan Ramadhan di kampung halamanku. Ramadhan sudah lewat satu pekan, tiba-tiba aku rindu suasana Ramadhan di sebuah desa kecil di kaki Gunung Kelud. Kenangan Ramadhan yang indah semasa kecil muncul kembali. Ramadhan spesial yang selalu ditunggu oleh semua orang, begitu juga denganku. Rinduku pada suasana Ramadhan benar-benar membuncah. Aku tiba-tiba menjadi melow.  Mungkin karena 10 tahun ini aku baru pulang ke kampung halaman sehari menjelang hari Raya Idul Fitri sesuai dengan jadwal cuti suami. Sehingga tak punya kesempatan menikmati berpuasa sebulan penuh di kampung halaman. 
5 comments:
Sunday, May 13, 2018

5 Tips Menyapih Buah Hati dengan Cinta


Hallo para bunda atau calon bunda
Kali ini aku akan berbagi cerita tentang keberhasilanku menyapih dengan cinta si kecil Gia pada usia 2 tahun 2 bulan. Ada kepuasan tersendiri, aku senang sekaligus sedih. Senang karena sudah mendapatkan hak menyusui anakku selama 2 tahunan ini. Tapi aku juga sedih mendapati kenyataan si kecil sudah benar-benar lepas dari ASI. Sejak disapih, Gia menjadi lebih mandiri. Dia bisa berlama-lama jauh dari bunda karena tidak bergantung lagi dengan ASI. jujur, ada rasa sesak di dada karena merasa Gia sudah tidak nempel terus menerus ke aku. Seakan dia sudah tidak membutuhkan bundanya lagi.

4 comments:
Saturday, May 12, 2018

Tips Make Up Minimalis Ala Suhay Salim


Prolognya bakal agak panjang, jadi sabar ya bacanya. 

Akhir pekan ini aku bersama seorang teman berkesempatan hadir di acara Beautyprenuer Workshop di GrandCity Surabaya bersama Suhay Salim. Bagi yang suka nonton channel beauty di Youtube pasti tahu Suhay Salim. Dia "meracuni" para cewek dengan ulasan-ulasan skincare dan make up dengan gaya bahaya yang ceplas-ceplos. Tapi justru itulah  daya tarik seorang Suhay Salim. Dia tidak berlebihan saat mengulas suatu produk. Jika produk itu bagus, ia akan mengatakan bagus. Begitu sebaliknya. Itulah alasan aku tak pernah bosen berlama-lama menonton chanelnya untuk sekedar belajar dandan atau memang sengaja menyimak ulasan produk yang ingin aku beli.  Dan saat tahu dia akan ke Surabaya untuk menghadiri undangan dari sebuah brand, aku tidak mau melewatkan kesempatan ketemu sang idola. 
2 comments:
Thursday, May 3, 2018

Mendisiplinkan Anak Sejak Dini Bukan Berarti Kejam


Mendisiplinkan Anak Sejak Dini Bukan Berarti Kejam-Setiap orang tua punya aturan berbeda pada anak-anaknya. Karena kondisi anak juga tidak sama. Sehingga aturan yang diterapkan pada satu anak belum tentu efektif kepada anak lainnya. Begitu juga keputusan orang tua yang mendisiplinkan anaknya sejak usia balita bukan berarti mereka adalah orang tua yang kejam. Mereka punya pertimbangan tersendiri yang tidak kita ketahui. Tentunya apa yang dilakukan setiap orang tua demi kebaikan si anak. Rasanya kurang bijak jika kita menghakimi para orang tua yang memilih mendisiplinkan anak-anaknya di usia dini. Jadi intinya kita tidak bisa mengukur sepatu orang lain dengan ukuran kaki kita. 
2 comments:
Sunday, April 29, 2018

Perawatan Untuk Kulit Keringku

Kali ini aku mau bahas tentang rutinitas perawatan untuk kulit kering. Kenapa hanya untuk kulit kering saja? karena memang tipe kulitku kering. Jadi aku hanya berbagi berdasarkan pengalamanku mengatasi kulit kering. Merawat kulit kering bagiku susah-susah gampang. Pada saat cuaca panas kulit akan terasa kering, Ketika musim penghujan yang dingin, kulit juga bisa kering banget. Makanya berburu produk untuk kulit keringku juga tidak mudah karena tidak semua produk cocok di kulitku. Aku sudah mencoba banyak produk tapi hasilnya malah membuat kulit semakin kering. Tapi sekarang aku menemukan produk yang cocok untuk perawatan harian untuk kulit keringku agar senantiasa lembab dan  produk-produk yang aku tulis ini rata-rata aku pakai selama 1-3 bulan belakangan ini. Dan hasilnya cukup memuaskan untuk kulitku. Oke, langsung saja ya.
10 comments:
Monday, April 16, 2018

Uniknya Kampung Indian Di Lereng Gunung Kelud Kediri

Siapa sangka di lokasi yang tidak begitu jauh dari rumah orang tua telah dibuka beberapa tempat wisata, salah satunya adalah Indian Village atau kampung indian. Tempat wisata ini tergolong baru karena baru ada pertengahan tahun 2017. Aku yang jarang mudik hanya tahu Puncak Gunung Kelud sebagai tempat wisata yang dekat rumah. Nah, Ketika adikku yang masih duduk di bangku SMA bersedia menjadi pemandu gratisan ke Kampung Indian, aku semangat sekali. Apalagi sebelumnya aku melihat foto-foto kece adik saat  hunting foto bareng teman-temannya disana beberapa bulan lalu. Tanpa pikir panjang aku menerima ajakannya. Akhirnya kita berangkat menggunakan dua motor. Adik membonceng mas Agha, sementara aku dan si kecil Gia dibonceng suami. 

4 comments:
Thursday, April 12, 2018

FREEMAN GOLDEN GRAIN BRIGTHTENING MASK (Masker Untuk Kulit Kering))

Akhirnya aku mencoba masker Freeman. Padahal aku bukan tipe orang yang gampang terpengaruh oleh produk-produk yang lagi booming. Aku tak bergeming saat semua berbondong-bondong mengincar masker itu pertengahan tahun kemarin. Tapi saat Suhay Salim mereview semua varian Freeman di chanel Youtubenya, aku menjadi penasaran dengan keampuhan maskernya. Ini ceritanya aku teracuni oleh Suhay. Oiya, sebenarnya masker Freeman ada banyak varian.  Berhubung kulitku katagori kering maka aku memutuskan untuk membeli si Golden Grain ini. 
2 comments:
Tuesday, April 10, 2018

Bertahan Di Tengah Badai Pernikahan

Dunia pernikahan itu tak pernah ada habisnya untuk dibicarakan. Karena setiap hubungan itu unik. Begitu juga Sikap masing-masing orang dalam menghadapi badai pernikahan berbeda satu sama lain. Apapun penyebabnya, hanya ada dua pilihan saat sebuah pernikahan ada di ujung tanduk. Bertahan atau melepaskan diri dari ikatan suci itu. Melepaskan diri alias memilih untuk mengakhiri sebuah hubungan ketika badai pernikahan datang menjadi pilihan sebagian besar orang. Alasan yang dikemukakan juga sangat manusiawi. Tapi aku sangat penasaran kepada sebagian kecil orang terutama perempuan  yang memilih tetap bertahan di tengah badai pernikahan. Mereka memilih jalan itu dengan penuh kesadaran. Rasa penasaranku terjawab ketika dipertemukan dengan perempuan-perempuan spesial itu. Ada banyak pelajaran hidup yang aku petik dari kisah mereka.
1 comment:
Tuesday, April 3, 2018

MAGGO : CARA ALAMI ATASI SAKIT MAAG


Sepuluh tahun lalu untuk kedua kalinya aku dilarikan ke UGD karena keluhan perut bagian atas nyeri, dada sesak dan terasa panas, mual, bahkan sampai muntah. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ada masalah di pencernaanku. Lebih tepatnya asam lambungku naik, aku didiagnosis maag kronis. Pola makan yang tidak teratur dan stres menjelang ujian semester menjadi penyebabnya. Dokter memberiku beberapa obat yang harus aku habiskan juga menyarankan agar aku lebih memperhatikan pola makan, termasuk menghindari makanan pedas dan yang terlalu asam. Selain itu juga harus pandai mengatur pikiran supaya tidak setres. Sebagai penggemar makanan pedas tentu tidak mudah mematuhi saran dokter. Meskipun tahun berganti tetap saja bergantung pada obat yang diresepkan oleh dokter ketika maagku kambuh.
No comments:
Monday, March 26, 2018

Mencoba The History Of Whoo (In Yang Balancer)

Tak pernah terpikir sebelumnya bakal mencoba skincare korea satu ini. Membayangkan harganya saja sudah membuatku enggan membelinya. The History of Whoo ini termasuk skincare Hi-Class Korea sehingga wajar jika harganya juga lumayan menguras kantong. Karena produk dari LG HoldHouse & Health Care satu ini sudah mendunia. Tidak hanya di kawasan ASIA tapi juga Amerika. Aku beruntung bisa mendapatkan salah satu produknya dengan harga terjangkau dari seorang teman blogger. Suaminya baru pulang dari Korea membawa satu set produk The History of Whoo (hadiah dari salah satu koleganya). Sebagai istri, dia tidak begitu paham tentang skincare korea jadi memutuskan untuk menjualnya kepadaku.  Aku hanya membeli satu produk saja. Meskipun dikasih harga jauh lebih murah dari harga normal yang ada  di pasaran tapi tetap saja terasa mahal sekali bagiku bila  harus membeli satu set produk tersebut. 
No comments:
Sunday, March 11, 2018

Singgah Di Taman Agro Margomulyo Gunung Kelud


Akhir tahun kemarin akhirnya punya kesempatan untuk pulang ke kampung halaman dan meluangkan waktu jalan-jalan ke tempat wisata Gunung Kelud yang berada di perbatasan Kediri-Blitar. Rumahku yang berada di Kecamatan Kepung bisa dikatakan lumayan dekat dengan lokasi wisata tersebut. Saat Gunung Kelud meletus beberapa tahun lalu rumahku terkena imbas berupa hujan kerikil dan pasir. Beneran deket kan? tapi aku hanya sekali kesana. Itupun karena dihampiri seorang teman. Selama ini kalau pulang ke rumah orang tua lebih memilih menghabiskan waktu di rumah saja bercengkrama bersama ibu bapak dan adik-adik. Berhubung orang tua baru berangkat ke Palembang, rumah pare jadi sepi. Akhirnya aku dan suami memutuskan hunting foto ke Kelud. 

6 comments:
Saturday, March 3, 2018

[Review] : Essence Lokal Dan Halal Wardah Pure Treatment Essence


Siapa yang tidak mengetahui nama besar Wardah sebagai skincare dan kosmetik yang diperuntukkan bagi muslimah yang ingin tetap merawat kulitnya. Sebagai brand lokal wardah terus berinovasi agar bisa menjawab kebutuhan para perempuan. Hadirnya seri White Secret adalah bentuk kepedullian brand lokal ini pada sebagian besar  perempuan yang ingin kulitnya terlihat lebih cerah. Aku sudah pernah mencoba serangkaian produk White Secret saat pertama kali produk tersebut launching beberapa tahun lalu. Jadi ketika tahu kalau Wardah melengkapi seri White Secret dengan meluncurkan produk Pure Treatmen Essence (PTE), hatiku langsung tergerak untuk mencobanya. Aku ingin tahu seperti apakah kualitas PTE lokal? Apakah bisa menjadi produk alternatif  karena  harga yang jauh lebih bersahabat dari pada PTE dari negara tetangga yang sudah tersohor itu? Begitulah kira-kira yang ada di benakku saat memutuskan membeli essence lokal dan sudah tentu mengantongi label halal dari MUI.
10 comments:
Monday, February 26, 2018

Drama Saat Mengantar Anak Observasi Masuk ICP

Alhamdulillah masih Februari. Dua minggu ini kurang produktif menulis di blog karena terlalu sibuk dengan persiapan si sulung masuk SD. Ternyata menentukan sekolah anak meskipun masih jenjang dasar cukup menyita energi. Melakukan survei beberapa sekolah yang sudah masuk kriteriaku dan suami juga memakan banyak waktu. Akhirnya pilihan pertama adalah mengikutkan mas Agha observasi di salah satu sekolah swasta di Surabaya yang membuka kelas ICP (International Class Program). Pertimbangan memilih sekolah itu karena dekat dengan tempat kerja suami dan berbasis agama. Selain itu dengan masuk kelas bilingual di sekolah tersebut, dia bisa mengasah kemampuan bahasa asing yang selama ini menjadi poin plus dalam dirinya. Di sekolah berbasis Islam dia juga bisa  belajar ilmu agama lebih mendalam sebagai bekal kelak saat dia dewasa.
1 comment:
Sunday, February 11, 2018

7 Lagu Indonesia Lawas Yang Mengiringi Perjalanan Hatiku



Saat diajak membahas tentang lagu era 90'an oleh seorang teman, artinya aku diajak bernostalgia dengan masa remajaku. Rasanya butuh waktu agak lama mengingat lagu-lagu yang menemani masa-masa sekolah dulu. Maklum memori otak sudah dipenuhi oleh urusan anak dan rumah. Selain itu aku bukan tipe orang yang gandrung dengan musik. Aku hanya penikmat musik sekedarnya. Aku menikmati musik hanya saat suami memutar lagu via youtube di rumah. Mungkin sesekali memutar musik dari aplikasi di gawai. Aplikasi musik terinstal tapi jarang dipakai. Itulah aku yang sekarang tidak begitu antusias dengan lagu-lagu terbaru sekalipun. Jangan tanya aku lagu indonesia yang lagi ngehits karena aku lebih banyak melafalkan lagu anak-anak bersama si kecil gia.

No comments:
Thursday, February 8, 2018

3 Tips Memberi Hadiah Kepada Pasangan Di Momen Spesial

Membuat pasangan bahagia adalah sesuatu yang diharapkan oleh hampir semua orang. Salah satunya dengan memberikan hadiah kepada pasangan di momen spesial. Diantaranya saat ulang tahun, anniversary, idul fitri, atau hari-hari spesial lainnya. Pada dasarnya memberikan kado tidak harus menunggu hari spesial tapi ada rasa yang berbeda bila memberikan sesuatu yang spesial di momen yang spesial pula. Karena memberikan hadiah adalah salah satu simbol keromantisan yang bisa memupuk rasa cinta di hati masing-masing. Berapapun usia sebuah hubungan, rasa cinta tetap harus dipelihara agar keharmonisan tetap terjaga. 
6 comments:
Monday, January 29, 2018

REVIEW 3 VARIAN CELEBON COLLAGEN ESSENCE MASK

Menggunakan masker untuk wajah sudah menjadi bagian dari perawatan kulit rutin kaum hawa. Berbagai jenis masker beredar di pasaran. Mulai dari  masker tradisional berbentuk bubuk yang harus dicampur dengan air terlebih dahulu sebelum menggunakannya, masker bentuk krim, masker gel, hingga masker kekinian berbentuk lembaran atau kertas yang langsung bisa digunakan dengan menempelkan masker pada wajah. Pada dasarnya fungsi masing-masing hampir sama yaitu mencerahkan, mengatasi masalah jerawat, melembabkan, mengangkat sel kulit mati, dan mengencangkan kulit. Aku pernah mencoba jenis-jenis masker tersebut tapi menurutku jenis masker yang praktis adalah masker berbentuk lembaran atau biasa disebut sheet mask. Kali ini aku mencoba sheet mask dari Negeri Gingseng merek Celebon. Meskipun sheet mask produk dalam negeri sudah banyak tapi kecintaan pada drama korea membuatku memutuskan mencoba sheet mask yang biasa dipakai para aktor atau aktris di dalam drama korea yang biasa aku tonton. Alasan lain karena sebelumnya aku sudah menggunakan produk celebon lainnya yaitu Celebon Juicy Gel yang varian tomato dan aloe vera. 
7 comments:
Wednesday, January 24, 2018

Alasan Memilih Canon Eos M3 Sebagai Penunjang Fotografi

Sebelumnya tak pernah terfikir untuk mempunyai sebuah kamera. Keinginan untuk membeli barang satu itu juga tidak ada. Tapi ternyata ketika mencoba fokus menulis di blog lambat laun punya keinginan untuk membeli sebuah kamera sebagai penunjang aktivitas blogging. Dulu saat awal ngeblog tidak begitu memperhatikan gambar yang digunakan sebagai pelengkap tulisan. Biasanya asal comot di google. Tetapi kemudian mendapatkan pencerahan dari para senior bahwa sebaiknya tidak asal mengambil gambar di situs orang lain, apalagi tanpa persetujuan yang bersangkutan. Mereka menyarankan mengambil gambar dari situs yang memang sengaja menyediakan banyak gambar dan bebas untuk diambil tanpa harus meminta persetujuan situs tersebut. Namun terkadang gambar yang ada di situs tersebut tidak sesuai dengan tema tulisan yang akan aku publish di blogku. Sehingga pilihan terakhir adalah memakai dokumen pribadi sebagai penunjang blogpost
12 comments:
Wednesday, January 17, 2018

Nikah Muda Penuh Drama?


Linimasa sedang ramai membicarakan dua anak muda yang beda kutub kemudian menikah, tapi pernikahan yang masih  seumur jagung terancam bubar. Masyarakat sudah cukup dikagetkan dengan  berita pernikahan seorang pemuda hafidz dengan perempuan muda yang dikenal karena pergaulannya yang kurang baik. Apalagi disusul dengan kabar lain bahwa pernikahan mereka yang masih berjalan tiga bulan sudah akan berakhir. Seolah-olah ada yang salah dengan keputusan mereka nikah muda. Ada juga komentar yang mengatakan mereka lebay, terlalu mendramatisir masalah rumah tangga. Permasalahan yang seharusnya bisa diselesaikan kedua belah pihak tanpa harus diketahui oleh banyak orang.
10 comments:
Tuesday, January 16, 2018

Tips Fashion Hijab Yang Nyaman Untuk Liburan



Ada sebagian orang yang beranggapan bahwa memakai hijab itu tidak bisa bebas berekspresi dan terbatas ruang geraknya. Padahal Hijab bukan penghalang seseorang untuk melakukan banyak hal termasuk saat liburan. Meskipun ada sedikit perbedaan antara perempuan berhijab dan tidak berhijab saat melakukan persiapan untuk liburan. Seorang hijaber butuh persiapan khusus bila akan berlibur. Persiapan tersebut meliputi barang bawaan yang tentunya lebih banyak karena harus menyertakan hijab. Padahal membawa pakaian panjang sudah cukup memakan tempat di koper. Tapi tenang saja, bagi para hijabers ada beberapa tips Fashion hijab yang nyaman dan tidak bikin ribet yang bisa dicoba.
10 comments:
Tuesday, January 9, 2018

Genap Setahun Tertatih Di Dunia Freelance


Aku masih sangat baru di dunia yang satu ini. Tepatnya masih satu tahun aku menjalani pekerjaan yang sepintas mirip orang pengangguran. Karena tidak seperti orang bekerja pada umumnya yang berangkat pagi dan pulang sore hari. Aku hanya bekerja di dalam rumah dan sesekali pergi ke sebuah event jika diundang oleh sebuah brand. Saat harus datang ke event pun tidak terlihat seperti orang bekerja karena sebagian besar tempatnya adalah di pusat perbelanjaan saat weekend pula. Seperti lagi hangout saja padahal sedang bekerja. Apalagi seringnya pergi ke sebuah event bersama suami dan anak-anak. Sempurna sudah dikatakan lagi family time di hari libur. 
11 comments:
Saturday, January 6, 2018

3 Cara Menyikapi Hasil Rapor Anak

Libur telah usai, itu artinya anak-anak sudah kembali ke sekolah dan mengumpulkan kembali buku rapornya. Aku ingin bercerita tentang pengalaman mengambil rapor Agha  saat liburan kemarin. Si sulung Agha memang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak, tapi aku sebagai orang tua sangat antusias mengetahui hasil evaluasi belajarnya di sekolah selama satu semester. Momen mengambil rapor adalah momen spesial hingga tidak disarankan pengambilannya tidak diwakilkan kepada orang lain selain orang tua murid sendiri. Rapor Agha diambil tidak sesuai dengan jadwal pengambilan rapor di sekolah. Karena si adik Gia sedang sakit saat hari pengambilan rapor tiba. Sehingga aku tidak bisa ke sekolah sementara suami ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal karena berkaitan dengan pembagian rapor juga di sekolah tempatnya bekerja. Akhirnya tiga hari kemudian Ayah yang menemui wali kelas Agha di sekolah untuk mengambil rapor karena adik belum sembuh juga. Rapor diambil tanpa bunda.

3 comments: