Sunday, November 19, 2017

Cara Menumbuhkan Rasa Sayang Kakak Kepada Adik


Memiliki anak lebih dari satu tentu menjadikan rumah menjadi lebih ramai. Begitu juga dengan keluarga kecilku. Kehadiran adik Gia menambah keceriaan di rumah. Karena karakter si adik berbeda dengan Mas Agha yang cenderung kalem. Adik lebih ekspresif dari pada si Kakak. Mendengar teriakan dan tawa keras menjadi pemandangan yang biasa sejak ada adik. Tentu interaksi di dalam rumah lebih seru, terutama antara si Kakak dan adik. Jarang sekali terdengar pertengkaran antara Agha dan Gia. Hingga beberapa sahabat dan tetangga pernah menanyakan perihal tingkah polah kakak adik yang terlihat akur satu sama lain. Pertanyaan mereka biasanya lebih ke perilaku kakak keadiknya, " Agha gak nakal ya sama adiknya? kok bisa? biasanya anak usia segitu iri dengan adiknya."


Memang usia Agha dan Gia tidak terpaut jauh. Usia Agha sekarang 6 tahun dan adiknya 1,5 tahun. Jadi wajar bila banyak yang mempertanyaakan sikap Agha kepada adiknya. Rata-rata anak usia TK masih ingin diperhatikan sepenuhnya oleh orangtua. Sehingga terkadang muncul rasa tidak suka kepada  adik barunya. Dan sebagai orang tua, aku dan suami punya beberapa cara untuk menumbuhkan rasa sayang Agha kepada adiknya Gia. Agar tidak timbul kecemburuan kakak kepada adik.  Tentu langkah pertama diawali dengan berdialog dengan kakak saat berencana menambah anggota baru dalam keluarga. Ini untuk mengetahui apakah kakak sudah siap dengan kehadiran seorang adik. Dan setelah adik lahir dan usia adik sudah di atas satu tahun, aku dan suami mulai mulai gencar melakukan beberapa strategi agar kakak semakin sayang kepada adiknya.


BERMAIN BERSAMA
Aktivitas bermain tentu menjadi aktivitas yang paling menyenangkan untuk anak usia TK. Begitu juga dengan si sulung Agha. Ketika usia adik sudah di atas satu tahun, aku melibatkan adik saat si kakak sedang bermain. Jadilah mereka bermain bersama. Acara bermainpun jadi lebih seru karena berdua. Kakak senang karena ada adik yang menemani bermain. Namun yang perlu diperhatikan adalah jenis permainannya. Aku pilih aktivitas bermain yang aman untuk si adik. Karena mempertimbangkan usia adik yang masih 1.5 tahun. Agha dan Gia biasanya bermain bersama menyusun puzzle, bermain guling-guling di kasur, dan bermain air (berendam di bak, mengisi air di botol-botol plastik) di belakang rumah. Mereka tertawa bersama di sela acara bermain. Terkadang saling meminjam mainan saat bermain puzzle. Bila agenda bermain bersama rutin dilakukan, maka perlahan seorang kakak akan menyadari pentingnya teman bermain di dalam rumah dan lebih dekat secara emosional dengan adiknya.


MEMINTA ADIK MENGEKSPRESIKAN RASA SAYANGNYA
Sering mendengar para orang tua yang memaksa anak sulungnya menyayangi si adik. Harus mengalah kepada adik dan sederet tuntutan lainnya. Seolah mereka lupa bahwa si Kakak tetaplah anak-anak dengan sifat kekanak-kanakannya. Belajar dari hal tersebut, akhirnya aku dan suami memilih cara lain agar Agha bisa menyayangi adiknya tanpa paksaan. Salah satunya lewat si adik sendiri. Meminta adik mengekspresikan rasa sayang ke kakak dengan cara adik memeluk kakak terlebih dahulu. Di lain waktu meminta adik, " adik sayang pipi mas Agha" dan si kakak menerima ekspresi sayang dari adik dengan malu-malu. Menunjukkan kepada kakak bahwa adik sayang sekali dengan kakaknya, akan membuat kakak perlahan juga menyayangi adiknya. Hal ini juga mengajarkan pada mereka bahwa dengan berbagi kasih sayang terlebih dahulu akan membuat hati orang terbuka untuk melakukan hal yang sama. Tidak menunggu atau menuntut kasih sayang. Dengan menyayangi maka engkau akan disayangi juga. Begitulah harapannya.


BERBAGI MAKANAN
Anak-anak usia TK seperti Agha memang masih tinggi egonya. Sehingga terkadang bila mempunyai sesuatu, terutama makanan yang sangat disukai akan sulit untuk berbagi. Apalagi jika sebelumnya tidak memiliki adik. Semua makanan yang dibelikan oleh orang tua adalah miliknya. Sehingga bukan hal yang mudah untuk berbagi meskipun dengan saudara kandung. Membiasakan kakak berbagi makanan dengan adik disetiap kesempatan adalah solusinya. Awalnya memang akan terjadi penolakan,namun jika kita memberi pemahaman tentang hikmah berbagi lewat cerita-cerita yang menarik maka perlahan hati kakak akan luluh. Cara yang berbeda bisa dilakukan lewat si adik. Saat adik memegang makanan, ajari adik untuk membagi makanannya kepada kakak. Sehingga akan memicu kakak untuk berpikir bahwa adik sayang kakak karena mau berbagi makanan. Kakak pun juga sudah seharusnya menyayangi adik. Cara ini lumayan ampuh diterapkan ke Agha dan Gia. 

SERING BERFOTO BERSAMA
Aktivitas seru yang bisa membuat kakak adik Agha Gia akur adalah berfoto bersama di depan kamera. Mereka bisa saling berpelukan, tertawa bersama saat menggunakan HP bunda untuk berfoto bersama. Apalagi bila mereka berdua sudah melihat hasil fotonya. Pasti minta foto berdua lagi. Aktivitas yang terlihat sepele ini ternyata bisa menumbuhkan rasa sayang kakak ke adiknya lho. Ini pengalamanku melihat si sulung Agha yang selalu melontarkan kalimat "aku sayang adik" setelah melihat koleksi foto mereka berdua di Galeri HP bunda. 

Ternyata tidak sulit ya menumbuhkan rasa sayang kakak kepada adiknya tanpa harus memaksa si kakak. Tanpa harus menuntut kakak sebagai anak pertama untuk wajib menyayangi si adik. Membiarkan rasa sayang itu tumbuh dengan sendirinya di hati kakak akan membuat rasa sayangnya awet kepada adik. Bukan karena sekedar melaksanakan suruhan orang tuanya. 

Oiya, Bila jarak kakak adik kurang dari 3 tahun, bisa baca ulasan mbak Melani tentang  Menumbuhkan Peran Kakak Pada Anak Yang Masih Berusia Dibawah 3 Tahun

16 comments:

  1. Gia lucu sekali.. kakak Agha juga ngemong sm adiknya.. bunda pintar��

    ReplyDelete
  2. Anakku ama adeknya jg rukun. Walo sbnrnya yg jail itu si adek :p. Tp karena kakanya cewe (5thn), sepertinya lebih ngemong mba. Malah dia yg protektif bgt jagain adeknya (1thn 9 bulan). Palingan caraku supaya mereka rukun, ya sering main bareng. Beli mainan yg utk dimainkan bersama, jd mau ga mau pasti barengan :D.

    ReplyDelete
  3. Wah.. mantep nih mbak.. bisa aku contek.. karena, ehem.. anak2 kadang suka 'nggak rela' kalo adeknya lagi disusuin.

    Ujung2nya mbaknya usilin adeknya (biar diperhatiin kali yaa) dan emaknya keluar tanduk... ahahahha..

    Makasih tips2nya mbak tata.. 😚😚😚

    ReplyDelete
  4. Catet dlu ah. Praktekin klok punya baby lagi. Makasih bnyak ya mbk tata

    ReplyDelete
  5. Membaca tulisan mba aku makin berkaca-kaca jadi butuh banget teman bermain dirumah.
    Mudah2n Tuhan mendengarkan doaku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bantu doa ya mbak semoga segera terwujud amiin

      Delete
  6. Alhamdulillah anakku yg besar sayang banget ama adenya soalnya dia udh nunggu lama bgt baru punya Ade. Jadi begitu dapet Ade sayang bgt

    ReplyDelete
  7. Anak-anakku mungkin karena jaraknya yang nggak begitu dekat (jarak 10 dan 5 tahun), yang kakak paham dan sayang adiknya. Sesekali saja isengnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senang ya mbak kalo lihat anak-anak akur

      Delete
  8. aku ga sabar ni mba klo adenya lahir smg si sulung mau menerima dan sayang hehehe

    ReplyDelete