Mengenal 4 Wanita Inspiratif Dalam Sejarah Islam


Bila kita membaca sejarah umat Islam, akan menjumpai tokoh-tokoh hebat yang membuat decak kagum dengan prestasi ataupun kepribadian mereka. Dan diantara orang-orang hebat tersebut ada empat wanita yamg namanya tak lekang oleh waktu. Mereka adalah wanita-wanita inspiratif yang layak dijadikan teladan bagi wanita muslimah di sepanjang zaman.

ASIYAH Dan Keimanannya
Asiyah adalah isti Raja Fir'aun. wanita yang mengasuh Nabi Musa. Pada masa  itu menjadi ratu di samping raja yang sangat berkuasa dan bergelimang harta adalah dambaan semua wanita. Dan Asiyah ada di posisi itu. Pada umumnya wanita akan memilih menjadi ratu di istana yang megah karena sifat alamiah wanita yang silau dengan harta dan kekuasaan. Akan tetapi tidak dengan Asiyah. Ia memilih meninggalkan kenikmatan itu demi sebuah keimanan. Sesuatu yang sulit dilakukan oleh wanita lain di zaman itu. Bahkan di zaman sekarangpun tak ada wanita yang bisa dengan mudah melepaskan diri dari limpahan harta dan kekuasaan. Itulah mengapa Asiyah begitu spesial hingga Allah membangunkan rumah di surga untuknya. Asiyah membuktikan bahwa ia mampu menggapai surga meski mempunyai suami yag lalim. Ia rela lepas dari suami demi mempertahankan keimanannya. 

"Asiyah adalah satu-satunya wanita yang berada di puncak sebuah kerajaan besar dan berkuasa. Jamaknya, wanita biasanya lebih mudah terpengaruh dan terintimidasi oleh penetrasi norma-norma masyarakat sekelilingnya. Dan luar biasanya, Asiyah memilih sendirian, di tengah-tengah tekanan masyarakat, kekuasaan, raja, dan kehidupan sosial, menengadah ke langit mengusung keimanannya. Ia adalah teladan dalam pencapaian keberserahdirian kepada Allah di tengah-tengah pengaruh dan tekanan segala penjuru kehidupan. Oleh karena itu ia patut disebutkan dalam Al-Qur'an, yang selalu dibaca dan terdengar di seluruh penjuru jagat. Dan para malaikat di langit akan selalu membacanya dalam munajat-munajat." (Sayyid Quthb)

LAYA Dan Kesabaran serta Kesetiannya 
Laya adalah istri Nabi Ayyub Alaihis Salam. Ia hidup dalam kenikmatan dunia karena Nabi Ayyub adalah salah satu nabi yang kaya sebagaimana disebutkan oleh para ulama tafsir dan sejarawan. Bahkan ada sejarawan yang menyebutkan jika Nabi Ayyub memiliki seribu ekor kambing. Belum termasuk hewan ternak lainnya. Laya juga termasuk istri yang baik hati dan taat kepada suami.

Nabi Ayyub diuji Allah dengan kemiskinan karena hartanya habis, kematian anak-anaknya hingga sakit yang parah selama bertahun-tahun. Namun sebagai istri Laya tetap setia ada di samping suami dan  dengan penuh kesabaran tetap melayani keperluan suami. Ia mengingat segala sesuatu yang telah diberikan oleh suami kepadanya saat suami masih sehat dan bergelimang harta. Jika hal tersebut menimpa wanita lain, mungkin wanita tersebut akan pergi meninggalkan suami yang sudah tidak memiliki harta sedikitpun serta sakit parah pula. Tak mudah bagi wanita yang terbiasa serba kecukupan untuk menerima keadaan itu. Namun Laya mampu melakukannya. Bahkan dengan sepenuh hati merawat sang suami meski tak pernah tahu kapan Nabi Ayyub akan sembuh. Sebab saat diminta oleh sang istri untuk berdoa meminta kesembuhan kepada Allah, Nabi Ayyub berkata :
"Aku telah hidup sehat selama tujuh puluh tahun, maka aku harus bersabar untuk Allah selama tujuh puluh tahun juga." 

Mendengar jawaban suami, Laya pun sedih pada awalnya namun kemudian ia berusaha meneladani kesabaran sang suami. Laya adalah inspirasi bagi  kaum hawa agar bersabar dan terus bersabar saat musibah demi musibah menghampiri. Dan tetap setia kepada suami dalam kondisi apapun. 

AISYAH Dan Intelektualitasnya 
Siapa yang tidak mengenal Aisyah. Ia adalah istri kesayangan Nabi Muhammad SAW dan juga putri dari Abu Bakar Ash-Shiddiq. Aisyah adalah wanita yang cerdas. Kecerdasannya diakui oleh para sahabat nabi di zaman itu. Sebagai orang yanng dekat dengan Rasulullah ia banyak menceritakan kebiasaan-kebiasaan nabi yang patut dicontoh yang jarang diketahui oleh orang lain. Ia pun menjadi wanita ahli hadits. Aisyah juga dikenal sebagai ahli fiqih, ahli dalam ilmu pembagian waris, sastra hingga bidang kedokteran.

Urwah bin Zubair pernah bertanya kepada Aisyah
"Ibuku, aku tidak heran dengan ilmu fiqihmu karena engkau istri Rasulullah dan putri Abu Bakar, Aku juga tidak heran dengan ilmumu tentang syair dan sejarah manusia karena engkau putri Abu Bakar yang ahli tentang sejarah manusia, Namun aku heran dengan pengetahuanmu tentang kedokteran, bagaimana kisahnya dan di mana engkau mendapatkannya?"

Aisyah menjawab jika ia mendapat ilmu tentang kedokteran atau pengobatan saat Rasulullah sakit di penghujung usianya dan banyak delegasi yang datang menawarkan pengobatan. Dari situ Aisyah sedikit demi sedikit memahami ilmu kedokteran.

Begitulah Aisyah, karena kecerdasannya ia cepat belajar tentang sesuatu. Bahkan Rasulullah pernah bersabda :

" Jika ilmu seluruh wanita umat ini termasuk di dalamnya istri-istri Nabi Muhammad dikumpulkan, maka ilmu Aisyah lebih banyak dari ilmu mereka."

KHADIJAH  dan Sikapnya terhadap Suami
Khadijah adalah istri pertama Rasulullah. Bahkan ia menjadi istri beliau jauh sebelum perintah kenabian ada. Hanya dari rahim Khadijahlah Rasul memiliki keturunan. Dan Rasulullah tidak menikah dengan wanita lain hingga Khadijah wafat. Bila kita membaca sejarah turunnya wahyu pertama, maka kita akan tahu bahwa Khadijah punya andil besar dalam proses itu. Sebagai istri ia adalah sosok yang pertama menenangkan Rasul saat beliau tergunjang didatangi malaikat Jibril. Menjadi pelipur lara sang Nabi. Saat Nabi ketakutan dan meminta diselimuti oleh Khadijah dan berkata "Sungguh aku takut kepada diriku sendiri" maka sebagai istri Khadijah menenangkan Nabi dengan berkata

"Janganlah engkau berkata begitu. Demi Allah, Dia tidak akan menyia-nyiakan engkau selamanya. Engkau adalah orang yang suka bersilaturahmi, tabah menghadapi kesulitan, selalu membantu orang-orang fakir, menjamu tamu, dan selalu menolong orang-orang yang tertimpa musibah."
Mendengar jawaban itu Nabi pun menjadi lebih tenang. Begitulah cara Khadijah menenangkan suami. Khadijah juga orang yang pertama percaya kepada suaminya ketika wahyu pertama turun. Di saat orang-orang Makkkah tak ada yang mempercayai perkataan Nabi. Dukungan Khadijah terhadap sang suami tak hanya dukungan moril saja. Namun juga memberikan semua harta yang dimiliki untuk kegiatan dakwah nabi. Sampai perlahan hartanya habis. Begitulah totalitas Khadijah mendukung sang suami. Suatu hal yang patut dicontoh oleh para wanita. Merangkul sepenuhnya sang suami saat ia down. Khadijah senantiasa ada di sisi Nabi menemani dakwah beliau dalam suka dan duka. Hingga kepergian Khadijah meninggalkan kesedihan mendalam bagi beliau.

Betapa  Spesialnya Khadijah hingga selepas kepergian Khadijah, Nabi Muhammad tetap menjalin silaturahmi dengan teman-teman Khadijah. Bila beliau mempunyai kelebihan makanan selalu ingat dengan teman-teman istri pertamanya tersebut. Dan karena sebab itulah Aisyah cemburu kepada Khadijah meski ia belum pernah bertemu dengannya.

Baca Juga : Perjalanan Hati Khadijah

Itulah wanita-wanita hebat yang inspiratif. Wanita-wanita yang patut dijadikan teladan oleh wanita muslimah lainnya.

Referensi : "Istri-istri para Nabi " Ahmad Khalil Jam'ah, Syaikh Muhammad bin Yusuf Ad-Dimasyqi
"The Great Women" Muhammad Ali Al-Allawi


Comments

  1. Bacaan inspiratif. Apalagi di bulan puasa seperti ini. Tfs ya.

    ReplyDelete
  2. Makasi mba sharingnya, teladan untuk kita semua y wanita inspiratif yang wajib kita teladani :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul.mereka adalah teladan bagi wanita lainnya

      Delete
  3. Keren mbak ulasannya. Semoga kita semua bisa meneladani perjuangan mereka. Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih.semangat perbaikan diri terus dan terus.

      Delete
  4. Masya Allah..
    semoga menginspirasi para wanita wanita jaman sekarang :)

    ReplyDelete

Post a Comment