Sederhana Tapi Perlu

Menikah adalah dambaan setiap orang. Mempunyai seseorang yang bisa diajak berbagi suka dan duka sungguh menyenangkan. Semua orang bisa memasuki gerbang pernikahan namun hanya sedikit yang bisa merawat dan menjaga agar rumah tangganya serasa seperti awal-awal menikah. Idealnya bertambah tahun pernikahan masing-masing individu lebih memahami karakter dan keinginan pasangan.
Sehingga tercipta suasana yang hangat dalam keluarga. Tetapi tak jarang semakin bertambah matang usia pernikahan maka semakin terasa hambar. Kesibukan dan frekuensi kebersamaan sering menjadi penyebab pernikahan tak semanis dulu. Ada titik jenuh ketika bertemu dengan orang yang sama lebih dari dua belas jam sehari. Disinilah kita harus pandai-pandai mengolah rasa, peka terhadap apa yang dirasakan pasangan. Ada beberapa hal sederhana yang bisa tetap menghangatkan suasana dalam keluarga. Diantaranya senyum, ya sering tersenyum di depan pasangan kita adalah hal sederhana tapi tidak semua orang bisa melakukannya. Ketika pasangan sudah terlalu suntuk dengan aktivitasnya di luar rumah, maka yang diharapkan saat memasuki rumah adalah disambut dengan senyum terindah pasangannya. Lelah seharian di luar rumah akan terkikis oleh sambutan senyum.
Yang kedua hadir sepenuhnya. Tidak dipungkiri di jaman yang serba canggih seperti sekarang ini, hampir setiap orang punya gadget canggih yang bisa menghubungkan dengan siapa saja. Keluarga,teman, bahkan rekan bisnis nan jauh disana akan terasa dekat. Namun hal yang sering diabaikan malah kehadiran orang terdekat. Komunikasi dengan orang-orang terdekat seperti pasangan atau anak justru hanya sekedarnya. Mungkin secara fisik hadir buat keluarga tapi pikiran dan hati tidak sepenuhnya hadir. Hal ini bisa mengganggu keharmonisan sebuah keluarga. Tidak ada salahnya kita meluangkan waktu, hadir sepenuhnya untuk keluarga kita, tak harus berjam-jam. Karena ketika kita hadir sepenuhnya maka pasangan dan anak-anak merasa mendapatkan perhatian yang cukup sehingga tidak perlu mencari perhatian lain di luar keluarga. Kehadiran pihak-pihak lain pun bisa diminimalisir, suasana dalam keluarga tetap hangat.

Comments

Post a Comment