Menjadi Ibu Butuh Ilmu

Menjadi seorang ibu adalah sebuah anugrah. sesuatu yang wajib untuk disyukuri. itulah yang ada di benakku saat ini. bersyukur lebih lagi ketika orang-orang di sekitarku harus berjuang dan harus banyak bersabar menanti hadirnya buah hati. sedangkan aku yang mempunyai buah hati di usia pernikahan yang ke empat tetap harus bersyukur. karena aku bisa menikmati kebersamaan lebih lama bersama suami, tiga tahun hanya berdua cukup bagiku. amanah seorang anak itu hadir di saat yang tepat. ya, tepat setelah studiku selesai. bisa dibilang satu tahun yang sempurna. di tahun yang sama aku menyelesaikan studiku dan juga memiliki buah hati.


Mensyukuri nikmat tak lantas berhenti sampai di situ. bertambah peran dari seorang istri menjadi seorang ibu tentu tidak mudah. meskipun telah mempelajari banyak teori, bergabung di banyak forum, dan belajar dari pengalaman orang lain tetap merasa kurang. seperti saat ini, buah hatiku genap berusia dua bulan. selama dua bulan ini aku mempelajari hal-hal baru setiap harinya. dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan serta kedewasaan dalam bersikap. Mulai dari merelakan sebagian besar waktu istirahatku untuk mengurus si kecil, waktu untuk diri sendiri sering dikorbankan, hingga harus mempunyai stok kesabaran segudang, menahan diri agar tidak emosional ketika si kecil rewel. percayalah kawan...cara kita memperlakukan buah hati berpengaruh pada pribadi buah hati kita kelak. karena anak adalah peniru ulung. pada akhirnya aku berpikir bahwa untuk menjadikan anak yang berkualitas dimulai dari orangtua yang berkualitas, terutama sang ibu. karena kualitas anak ditentukan oleh kualitas ibunya. ibu yang lebih bayak menghabiskan waktu bersama anak saat sang ayah bekerja. kualitas yang dimaksud adalah kualitas dari segi religi, intelektual, maupun akhlak.

semangat membentuk pribadi yang berkualitas pada buah hatiku membuatku terus dan terus berbenah memaksimalkan hubungan vertikal yakni hubungan dengan sang pencipta, juga memperbaiki hubungan secara horizontal yaitu hubungan dengan sesama. percayalah...dibalik anak-anak berkualitas, berdiri orangtua yang berkualitas. ayo para bunda...sama-sama terus belajar dan belajar, berbenah diri demi buah hati kita. itulah wujud syukur kita atas amanah dariNya.

Comments

Post a Comment