NEGERI 5 MENARA


Membaca novel ini mengingatkanku akan masa lalu. Saat-saat aku merajut impian, melewati segala rintangan demi sebuah cita-cita. Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sugguh akan berhasil. Kekuatan sebuah tekad. Tanpa sadar, sebenarnya aku selama ini telah menerapkan semboyan itu. Bila kuterawang bertahun-tahun yang lalu, aku juga mempunyai banyak mimpi seperti alif serta menjalani kehidupan berbeda dari mimpi-mimpiku. Awalnya juga kujalani dengan setengah hati. Tapi kini tak pernah kusesali jalan hidup yang telah dipilih Tuhan untukku. Dengan jalan ini, perlahan terwujud mimpi-mimpi besarku. Kalau alif menggenggam Man Jadda Wajada untuk mewujudkan mimpinya, aku mendekap motto You Can If You Think You Can sebagai kekuatanku menggapai mimpi besarku. Kekuatan terbesar alif mewujudkan mimpinya adalah birul walidain,berbakti kepada orang tua terutama kepada ibu. Dan aku telah dan sedang melakukan itu. Orang tua tahu apa yang terbaik buat anaknya.

Setelah membaca novel ini, ada yang berontak dalam diriku. Keinginanku kembali mempelajari bahasa-bahasa dunia yang sempat aku pelajari, yang terlupakan oleh pasal-pasal KUHP dan KHI, bidang yang aku geluti sekarang. Kalau alif saja bisa mempraktekkan dua bahasa dalam empat bulan, kenapa aku tidak?kalau alif bisa merantau ke negeri orang untuk melanjutkan belajarnya,kenapa aku tidak bisa? Dengan kekuatan Man Jadda Wajada, semua bisa terwujud. Dan aku mulai Man Jadda Wajada dengan mempraktekkan English area di keluarga kecilku, serta berusaha mencari peluang untuk bisa menyusul alif ke negeri orang.

Comments