Tuesday, June 23, 2009

KULIAHKU DISPONSORI SUAMIKU

Ketika janur kuning melengkung….berakhirlah semua kebebasan. Itulah yang umumnya terjadi pada para wanita ketika akad nikah sudah terucap. Kewajiban menjalankah tugas sebagai seorang istri tak jarang tanpa disadari, membatasi para wanita untuk mengekspresikan diri, menggali potensi, ataupun keterbatasan beraktivitas di luar, termasuk melanjutkan study.

Namun tidak denganku. Keputusanku mengakhiri masa lajang diusia yang baru menginjak kepala dua, tidak membatasi aktivitasku sebagai wanita baru dewasa untuk mengekspresikan diri, menggali potensi dan melanjutkan study. Hal ini terbukti, aku tetap bisa melanjutkan studiku disebuah universitas islam swasta di Surabaya yang belum kelar meskipun statusku sudah menjadi seorang istri. Semua kebutuhan kuliahku terpenuhi. Kalau dulu, ketika aku masih kuliah disalah satu perguruan tinggi negeri di malang, aku disponsori oleh ortuku. Tapi kini ketika ku miliki teman hidup, kuliahku pun disponsori oleh suamiku.

Tak hanya itu, kehidupanku sebagai seorang aktivis yang mengharuskan sering keluar kota, mengisi training-training, tak pernah memberatkan suamiku. Dukungan penuhpun diberikan. Interaksi dengan temen-temen kampus juga tak pernah dipersoalkan. Aku tetap bisa bergaul dengan temen-temen. Jadi tak ada yang salah dengan pernikahan dini, dan jangan pernah takut kehilangan kebebasanmu karena sebuah akad nikah. Karena menikah bukan akhir segalanya. Karena dengan menikah kau tetap bisa menikmati hidup, mewujudkan impian yang tertunda tanpa melupakan tugas-tugas istri.
Suamiku….terima kasih atas dukunganmu. Kau membuat temen-temenku iri kepadaku karena memiliki suami sepertimu. namun maafkan aku bila tak sepenuhnya memahami duniamu,dan belum maksimal mendukungmu.
4 comments:
Wednesday, June 17, 2009

Prosedur Perkawinan di Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Perkawinan adalah sesuatu yang selalu didambakan oleh semua orang. Perkawinan dalam Islam tidak hanya dianggap sebagai hubungan pribadi (personal relation), tetapi terdapat nilai ibadah di dalamnya. Berdasarkan UU No. 1 tahun 1974 Bab I pasal I disebutkan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sedangkan berdasarkan Kompilasi Hukum Islam (KHI) Bab II pasal I menggambarkan perkawinan sebagai akad yang sangat kuat (mithaqan ghalizan) untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah. Untuk melaksanakan perkawinan memerlukan prosedur-prosedur yang harus ditempuh, seperti tata cara perkawinan, pencatatan perkawinan, dan pembuatan akta nikah.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimanakah Prosedur Pelaksanaan Perkawinan di Indonesia?

C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk Mengetahui Prosedur Pelaksanaan Perkawinan di Indonesia

BAB II
PROSEDUR PELAKSANAAN PERKAWINAN
DI INDONESIA



A. Proses Peminangan

Peminangan merupakan langkah awal menuju gerbang pernikahan. Diadakannya peminangan (khitbah) merupakan tanda akan segera dilaksanakannya sebuah perkawinan. Dalam kompilasi Hukum Islam Bab I Pasal I huruf a. member pengertian bahwa Peminangan ialah kegiatan upaya kea rah terjadinya hubungan perjodohan antara seorang pria dan seorang wanita. Peminangan dapat langsung dilakukan oleh orang yang berkehendak mencari pasangan jodoh, tapi dapat pula dilakukan oleh perantara yang dapat dipercaya (pasal 11 KHI).
Dalam pasal 12 KHI menjelaskan, pada prinsipnya, peminangan dapat dilakukan terhadap seorang wanita yang masih perawan atau terhadap janda yang telah habis masa iddahnya. Selain itu ada beberapa ketentuan dalam peminangan. Diantaranya :
a. Wanita yang ditalak suami yang masih berada dalam masa iddah raj’iah, haram dan dilarang untuk dipinang;
b. Dilarang juga meminang seorang wanita yang sedang dipinang pria lain, selama pinangan tersebut belum putus atau belum ada penolakan dari pihak wanita;
c. Putus pinangan pihak pria, karena adanya pernyataan tentang putusnya hubungan pinangan atau secara diam-diam pria yang meminang telah menjauhi dan meninggalkan wanita yang dipinang.
Dalam peminangan, laki-laki yang meminang dapat melihat wanita yang dipinangnya. Melihat wanita yang dipinang hukumnya sunnah, karena dengan melihat akan dapat diketahui identitas maupun pribadi wanita yang akan dinikahi. Namun pada prinsipnya, peminangan belum berakibat hokum, maka diantara mereka yang telah bertunangan tetap dilarang untuk berkhalwat (berdua-duaan dalam tempat sepi).

B. Proses Pemberitahuan ke Kantor Urusan Agama (KUA) atau Kantor Catatan Sipil (KCS)
Proses pemberitahuan ke Kantor Urusan Agama (KUA) atau Kantor Catatan Sipil (KCS) dilakukan 10 (sepuluh) hari sebelum pelaksanaan perkawinan. Apabila peminangan telah diterima oleh pihak wanita dan dipastikan akan segera dilangsungkan pernikahan, maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan pemberitahuan ke kantor KUA minimal 10 hari sebelum perkawinan itu dilaksanakan (Bab II Pasal 3 ayat (1) KHI). Pemberitahuan dapat dilakukan baik secara lisan maupun tertulis oleh calon mempelai, atau oleh orang tua, atau wakilnya (Bab II Pasal 4 KHI). Bagi orang yang beragama Islam mendatangi Kantor Urusan Agama dan bagi orang non-Islam mendatangi Kantor Catatan Sipil.
Hal-hal yang perlu dicatat dalam pemberitahuan tersebut meliputi: nama, umur, agama, pekerjaan, dan tempat kediaman calon mempelai. Apabila salah seorang atau kedua calon mempelai pernah kawin, disebutkan juga nama istri atau suami terdahulu. Sebagai pengukuhan adanya persetujuan calon mempelai, Pegawai Pencatat menanyakan kepada kedua calon mempelai, sebagaimana diatur dalam pasal 17 KHI :
a. Sebelum berlangsungnya perkawinan, Pegawai Pencatat Nikah menanyakan terlebih dahulu persetujuan calon mempelai di hadapan dua saksi nikah;
b. Bila ternyata perkawinan tidak disetujui oleh salah seorang mempelai maka perkawinan itu tidak dapat dilangsungkan;
c. Bagi calon mempelai yang menderita tuna wicara atau tuna rungu persetujuan dapat dinyatakan dengan tulisan atau isyarat yang dapat dimengerti.
Disamping hal tersebut usia mempelai perlu di perhatikan ketika akan melangsungkan akad perkawinan. pasal 7 UU No. 1 Tahun 1974 ayat (1) menyatakan bahwa “Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur Sembilan belas tahun dan pihak wanita mencapai umur enam belas tahun.” Ketentuan batas umur ini seperti disebutkan dalam KHI pasal 15 ayat (1) didasarkan atas pertimbangan kemaslahatan keluarga dan rumah tangga perkawinan. ini sejalan dengan prinsip yang diletakkan oleh Undang- Undang Perkawinan bahwa calon suami istri harus telah masak jiwa raganya agar dapat mewujudkan perkawinan secara baik tanpa berakhir pada perceraian dan menddapat keturunan yang baik dan sehat.oleh sebab itu harus dicegah adanya perkawinan antar suami istri yang masih dibawah umur.

C. Pengumuman kepada Publik oleh Pegawai Pencatat Nikah dan Pengecekan Berkas-Berkas
Setelah selesai pemberitahuan itu, calon mempelai menunggu pengumuman yang dikeluarkan oleh PegawaI Pencatat Nikah yang memuat hari, tanggal, jam, dan tempat dilangsungkan perkawinan. pengumuman tersebut biasanya ditempelkan pada Kantor Pencatatan Perkawinan pada suatu tempat yang sudah ditentukan dan mudah dibaca oleh umum (Pasal 8 PP No. 9 tahun 1975).
Maksud pengumuman tersebut untuk member kesempatan kepada umum untuk mengetahui dan mengajukan keberatan- keberatan bagi dilangsungkannya perkawinan apabila yang demikian itu diketahuinya bertentangan dengan peraturan perundang- undangan lainnya.

D. Pelaksanaan Akad Nikah
Menurut ketentuan PP No.9 tahun 1975 pasal 10, “perkawinan dilangsungkan setelah hari kesepuluh sejak pengumuman kehendak perkawinan oleh Pegawai Pencatat Nikah. “ tata cara pelaksanaan perkawinan dilakukan menurut ketentuan agama dan kepercayaannya,dan dilaksanakan dihadapan pegawai pencatat dan dihadiri oleh dua orang saksi. Hukum Islam memberikan ketentuan bahwa syarat-syarat ijab qobul dalam akad nikah adalah :
a. Adanya pernyataan mengawinkan dari wali
b. Adanya pernyataan penerimaan dari calon mempelai pria
c. Menggunakan kata-kata : nikah atau tazwij atau terjemah dari kata-kata nikah atau tazwij
d. Antara ijab dan qobul bersambungan
e. Antara ijab dan qobul jelas maksudnya
f. Tidak dalam ihram haji atau umrah
g. Majlis ijab qobul tersebut harus dihadiri minimal oleh 4 (empat) orang yaitu: calon mempelai pria atau wakilnya, wali dari mempelai wanita atau wakilnya, dan dua orang saksi
Dalam KHI Pasal 27: “Ijab qobul antara wali dan calon mempelai pria harus jelas,beruntun, dan tidak berselang waktu”.dan dalam pasal 28 pun disebutkan “Akad nikah dilaksanakan sendiri secara pribadi oleh wali nikah yang bersangkutan, wali nikah dapat mewakilkan kepada orang lain.” Apabila diwakilkan, sebelum ijab harus ada akad wakalah, yaitu penyerahan hak untuk menikahkan calon mempelai wanita, dari wali kepada wakil yang ditunjuk.
Dalam pelaksanaan akad nikah disunahkan adanya khutbah Nikah yang bermanfaat untuk menambah kekhidmatan suatu akad yang dinamakan misaqan galidhan. Juga member informasi tentang hikmah perkawinan.
Dalam pasal 29 ayat(1) disebutkan jika sudah diucapkan kalimat ijab atau penyerahan, maka mempelai laki- laki mengucapkan qabul(penerimaan) dan ijab tersebut dilakukan secara pribadi. Jika karena suatu hal, calon mempelai pria tidak bisa hadir secara pribadi, maka ucapan qobul dapat diwakilkan kepada pria lain dengan ketentuan calon mempelai pria memberi kuasa yang tegas secara tertulis bahwa penerimaan wakil atas akad nikah itu adalah untuk mempelai pria. Namun apabila calon mempelai wanita keberatan atas wakil tersebut, maka akad nikah tidak dapat dilangsungkan (KHI Pasal 29 ayat (3)).
Setelah akad nikah disahkan oleh para saksi, prosesi akad nikah ditutup dengan doa agar kedua mempelai diberi berkah dan mendapat ridho dari Allah swt dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Langkah selanjutnya adalah kedua calon mempelai menandatangani akta perkawinan yang telah disiapkan oleh Pegawai Pencatat berdasarkan ketentuan yang berlaku,diteruskan dengan kedua saksi dan wali.berdasarkan pasal 11 dengan bukti penandatanganan yang sudah dilaksanakan maka perkawinan tersebut telah tercatat secara resmi, sedangkan dalam pasal 6 ayat (2) perkawinan tersebut sudah mempunyai kekuatan hukum.

E. Pencatatan Perkawinan dan Akta Nikah


Pencatatan perkawinan bertujuan untuk mewujudkan ketertiban perkawinan dalam masyarakat. Hal ini merupakan suatu upaya yang diatur melalui perundang-undangan untuk melindungi martabat dan kesucian perkawinan, dan lebih khusus lagi sebagai perlindungan bagi wanita dalam kehidupan berumah tangga. Dalam UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 pasal 2 ayat (2) dinyatakan bahwa tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan dalam KHI Pasal 5 ayat (1) menyatakan bahwa agar terjamin ketertiban perkawinan bagi masyarakat Islam setiap perkawinan harus dicatat. Dalam pasal 6 ayat (1) disebutkan : untuk memenuhi ketentuan dalam pasal 5, setiap perkawinan harus dilangsungkan dihadapan dan dibawah pengawasan Pegawai Pencatat Nikah. Dan dalam ayat lanjutannya yakni pasal 6 ayat (2) disebutkan : perkawinan yang dilakukan di luar Pengawasan Pegawai Pencatat Nikah tidak mempunyai kekuatan hukum.

Secara terperinci, PP No. 9 Tahun 1975 Bab II pasal 2 menjelaskan tentang pencatatan perkawinan sebagai berikut :
a. Pencatatan perkawinan dari mereka yang melangsungkan perkawinannya menurut Islam, dilakukan oleh Pegawai Pencatat, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 1954 tentang Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk.
b. Pencatatan perkawinan dari mereka yang melangsungkan perkawinannya menurut agama dan kepercayaannya selain agama Islam, dilakukan oleh Pegawai Pencatat Nikah pada Kantor Catatan Sipil sebagaimana yang dimaksud dalam berbagai perundang-undangan mengenai pencatatan perkawinan.
c. Dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan khusus berlaku bagi tata cara pencatatan perkawinan dilakukan sebagaimana ditentukan dalam pasal 9 Peraturan Pemerintah ini.
Setelah perkawinan tersebut sudah dicatat dan dinyatakan sah secara agama dan hukum, maka kedua mempelai mendapatkan akta nikah. Dengan adanya akta nikah tersebut, suami istri memiliki bukti otentik atas perbuatan hukum yang telah mereka lakukan. Selain itu, fungsi akta nikah tersebut juga sebagai “jaminan hukum” apabila salah satu pasangan tidak menjalankan kewajibannya baik sebagai istri maupun suami, maka dapat mengajukan perkara ke pengadilan. Akta nikah juga berguna untuk membuktikan keabsahan anak dari perkawinan itu. Upaya hukum tidak dapat dilakukan apabila perkawinan tidak dapat dibuktikan dengan akta niikah. Oleh karena itu, KHI pasal 7 ayat (1) menegaskan bahwa “ perkawinan hanya dapat dibuktikan dengan Akta Nikah yang dibuat oleh Pegawai Pencatat Nikah”.
Adapun Akta Nikah memuat:
a. Nama, tanggal dan tempat lahir, agama/ kepercayaan, pekerjaan dan tempat kediaman suami istri; Apabila seseorang atau keduanya pernah kawin, disebutkan juga nama istri atau suami terdahulu.
b. Nama, agama/ kepercayaan, pekerjaan dan tempat kediaman orang tua mereka;
c. Izin kawin sebagai dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2), (3), (4), dan (5) undang-undang;
d. Dispensasi sebagai dimaksud dalam Pasal 7 (2) UU;
e. Izin pengadilan sebagai dimaksud Pasal 4 UU;
f. Persetujuan sebagai dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) UU;
g. Izin dari pejabat yang ditunjuk oleh Menhankam/ Pangab bagi Angkatan Bersenjata;
h. Perjanjian perkawinan apabila ada;
i. Nama, umar, agama/ kepercayaan, pekerjaan dan tempat kediaman para saksi, dan wali nikah bagi yang beragama Islam;
j. Nama, umur, agama/ kepecayaan, pekerjaan dan tempat tinggal kuasa apabila perkawinan dilakukan melalui seorang kuasa.
Selain hal-hal tersebut di atas, dalam akta nikah dilampirkan naskah perjanjian perkawinan (taklik talak/ penggantungan talak), yaitu teks yang dibaca suami setelah akad nikah sebagai perjanjian kesetiaannya terhadap istri. KHI Pasal 46 menegaskan.

a. Isi taklik talak tidak boleh bertentangan dengan hukum Islam.
b. Apabila keadaan yang diisyaratkan dalam taklik talak betul-betul terjadi kemudian, tidak dengan sendirinya talak jatuh. Supaya talak sungguh-sunggu jatuh, istri harus mengajukan persoalannya ke Pengadilan Agama.
c. Perjanjian taklik talak bukan suatu perjanjian yang wajib diadakan pada setiap perkawinan, akan tetapi sekali taklik talak sudah diperjanjikan, tidak dapat dicabut kembali.
d. Akta nikah dan salinannya tersebut, sebagaimana diatur dalam PP No. 9 Tahun 1975 Pasal 11 ayat (1) dan (2) ditandatangani oleh kedua mempelai sesaat setelah dilangsungkannya akad nikah. Setelah itu, diikuti penandatanganan oleh kedua saksi dan pegawai pencatat yang menghadiri akad nikah, lalu wali nikah atau yang mewakili.

BAB III

PENUTUP


A. KESIMPULAN


Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk melaksanakan sebuah perkawinan, ada prosedur yang harus ditempuh, diantaranya : peminangan, kemudian melakukan pemberitahuan ke Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil. Setelah akad nikah terlaksana dengan syarat dan rukun yang terpenuhi, dilakukan proses pencatatan perkawinan sehingga perkawinan itu sah secara agama dan diakui oleh Negara. Hal ini dibuktikan dengan adanya akta nikah.

B. SARAN


Penulis menyarankan bahwa sebelum melaksanakan perkawinan, sebaiknya memahami prosedurnya terlebih dahulu. Dan perkawinan tersebut haruslah tercatat di Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil agar hak-hak nya terlindungi oleh Negara.


DAFTAR PUSTAKA


Rofiq, Ahmad.2003. Hukum Islam di Indonesia. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Undang-Undang Perkawinan di Indonesia Dilengkapi Kompilasi Hukum di Indonesia. Surabaya :Arkola
No comments:
Friday, May 29, 2009

Mustafa Kemal Attaturk 2

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Turki adalah negara dimana kekhalifahan terbesar Islam pernah ada disana, yakni Turki Ustmani. Oleh karena itu, keterikatan bangsa Turki terhadap Islam sangat kuat. Islam sudah menyatu dalam kehidupan nasional rakyat Turki. Namun, kejayaan Turki Ustmani ada masanya, dan setelah runtuhnya kejayaan Turki Ustmani, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern memasuki dunia Islam, muncullah gerakan-gerakan pembaharuan di Turki. Pembaharuan-pembaharuan tersebut bertujuan membawa umat Islam Turki kepada kemajuan. Kontak dengan dunia barat melalui perkembangan IPTEK menginspirasi seorang Mustafa Kemal untuk melakukan pembaharuan secara besar-besaran di Turki dengan memproklamirkan Republik Turki pada tanggal 29 Oktober 1923. Dengan demikian seorang Mustafa Kemal telah merubah sistem kekhalifahan yang telah ada ratusan tahun.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Siapakah Mustafa Kemal Attaturk?
2. Bagaimanakah Prinsip Pemikiran Pembaharuan yang dilakukan Mustafa Kemal Attaturk di Turki?
3. Bagaimanakah Gerakan Pembaharuan yang dilakukan Mustafa Kemal Attaturk di Turki?

C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui sosok Mustafa Kemal Attaturk
2. Untuk mengetahui prinsip pemikiran pembaharuan yang dilakukan Mustafa Kemal Attaturk di Turki
3. Untuk mengetahui gerakan pembaharuan yang dilakukan Mustafa Kemal Attaturk di Turki

BAB IITURKI DI BAWAH MUSTAFA KEMAL ATTATURK

A. BIOGRAFI MUSTAFA KEMAL ATTATURK
Turki memang nyaris tidak pernah dipisahkan dengan nama Mustafa Kemal Attaturk. Mustafa Kemal lahir pada 1881 di suatu daerah di Salonika. Sering dikenal dengan nama Mustafa Kemal Pasya. Dan dikenal juga dengan Mustafa Kemal Attaturk (Bapak Bangsa Turki). Beliau juga mendapat julukan Ghazi, artinya sang pembela keyakinan. Julukan ini diberikan ketika beliau dengan gemilang membawa Turki kepada kemenangan dalam perang kemerdekaan melawan Yunani, Mustafa Kemal dielu-elukan dan dipanggil dengan gelar kehormatan Ghazi. Ayahnya bernama Ali Riza, seorang juru tulis rendahan di salah satu kantor pemerintahan di kota itu. Beliau sempat mencoba lari dari kemalangan hidupnya dengan cara menegak racun. Sedangkan Ibunya bernama Zubayde, seorang wanita sholihah. Ali Riza meninggal saat Mustafa Kemal berusia tujuh tahun sehingga ia kemudian diasuh oleh ibunya.

Sejak kecil, Mustafa Kemal memiliki bakat untuk selalu memberontak terhadap segala keadaan yang tidak berkenan di hatinya. Ia secara brutal menentang peraturan apapun. Bahkan, tanpa malu-malu ia sering memaki-maki gurunya saat bersekolah. Sehingga suatu hari pernah ditampar salah satu gurunya karena sang guru sudah kehilangan kesabaran menghadapi perilaku Mustafa Kemal. Dan akibatnya, Mustafa Kemal kecil lari dan tidak mau masuk sekolah lagi. Mustafa kecil juga terkenal arogan dalam bergaul. Ia tidak mau sembarangan dalam memilih kawan. Akhirnya, ibunya mengirim dia ke sekolah militer, sehingga riwayat pendidikan Mustafa Kemal dimulai tahun 1893 ketika ia memasuki sekolah Rushdiye (Sekolah Menengah Militer Turki). Tahun 1895 ia masuk ke akademi militer di Kota Monastir dan pada tanggal 13 maret 1899 ia masuk ke sekolah ilmu militer di Istambul. Tahun 1902 ia ditunjuk sebagai salah satu staf pengajar dan pada bulan Januari 1905 ia lulus dengan pangkat Kapten. Perjuangan Mustafa Kemal mewujudkan pembaharuan untuk kemajuan Turki penuh liku, dan mencapai klimaksnya ketika ia menjadi Presiden Republik Turki. Bangsa Eropa mengakui Republik Turki yang ditandai oleh Perjanjian Lausanne pada tahun 1923. Mustafa Kemal meninggal dunia tahun 1938.

B. PRINSIP PEMIKIRAN PEMBAHARUAN MUSTAFA KEMAL ATTATURK DI TURKI
Pembaharuan Turki sesungguhnya sudah sejak lama dilakukan, jauh sebelum pembaharuan yang dilakukan oleh Mustafa Kemal Attaturk. Mustafa Rasyid Pasha, Mehmed Shiddiq Ri’at, Midhat Pasha, Ahmad Riza, Ziya Gokalp, adalah beberapa orang yang melakukan pembaharuan di Turki sebelum Mustafa Kemal. Sedangkan pemikiran pembaharuan yang paling dekat dengan gerakan pembaharuan Turki yang dilaksanakan oleh Mustafa Kemal adalah pemikiran Ziya Gokalp. Prinsip pemikiran pembaharuan Mustafa Kemal diawali ketika ia ditugaskan sebagai attase militer pada tahun 1913 di Sofia. Disinilah ia bersentuhan dengan peradaban barat, terutama sistem parlemennya. Adapun prinsip pembaharuan tersebut terdiri dari tiga unsur: Nasionalisme, Sekulerisme, dan Westernisme.
Pertama,unsur Nasionalisme. Ide Nasionalisme dalam pemikiran Mustafa Kemal ialah nasionalisme Turki yang terbatas daerah geografisnya dan bukan ide nasionalisme yang luas, yakni diilhami oleh Ziya Gokalp (1875-1924) yang menyerukan reformasi Islam untuk menjadikan Islam sebagai ekspresi dari etos Turki. Dalam pemahaman Mustafa Kemal, Islam yang berkembang di Turki adalah Islam yang telah disatukan dengan budaya Turki, sehingga ia berkeyakinan bahwa Islam dapat diselaraskan dengan dunia modern. Namun turut campurnya Islam dalam segala aspek kehidupan pada bangsa dan agama akan menghambat Turki untuk maju. Atas dasar itu, Mustafa Kemal berpendapat bahwa agama harus dipisahkan dari negara. Islam tidak perlu menghalangi Turki mengadopsi peradaban barat sepenuhnya, termasuk merubah bentuk negara. Pada permulaan di dirikannya Republik Turki, Mustafa Kemal berpendapat bahwa pemerintah nasional harus didasarkan pada prinsip pokok populisme (kerakyatan). Ini berarti, kedaulatan dan semua kekuatan administrasi harus langsung diberikan kepada rakyat. Konsekuensi logis dari prinsip tersebut adalah dihapusnya sistem kekhalifahan.

Kedua Sekulerisme, sekulerisasi yang dijalankan oleh Mustafa Kemal tidak serta merta menghilangkan agama dari rakyat Turki, namun hanya melakukan pembatasan kekuasaan golongan ulama dalam soal negara dan politik. Oleh karena itu, pembentukan partai yang berdasarkan agama dilarang, institusi-institusi negara, sosial, ekonomi, hukum, politik, dan pendidikan harus dibebaskan dari kekuasaan syari’ah. Menurut Mustafa Kemal, sekulerisme bukan saja memisahkan masalah bernegara (legislatif, eksekutif, dan yudikatif) dari pengaruh agama melainkan juga membatasi peranan agama dalam kehidupan orang Turki sebagai suatu bangsa, karena menurut beliau bahwa indikasi ketinggian suatu peradaban terletak pada keseluruhannya, bukan secara parsial. Peradaban Barat dapat mengalahkan peradaban-peradaban lain bukan hanya karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologinya, tetapi karena keseluruhan unsurnya. Dan sekulerisasilah yang menimbulkan peradaban yang tinggi itu. Sehingga, Mustafa Kemal berpendapat jika rakyat Turki ingin mempunyai peradaban tinggi harus melakukan sekulerisasi.

Ketiga, Westernisme, dalam hal ini Mustafa Kemal berpendapat bahwa Turki harus berorientasi ke Barat. Ia melihat bahwa dengan meniru barat Negara Turki akan maju. Ungkapan yang digunakan oleh Mustafa Kemal, “Kita (bangsa Turki) harus bergerak bersama zaman.” Oleh karena itu, satu-satunya jalan untuk memajukan rakyat Turki adalah dengan melakukan reformasi berupa modernisasi yakni suatu upaya untuk mengubah wajah Turki secara total dengan menerapkan nilai-nilai modern yang progresif dan meninggalkan segala hal yang dipandang kaku, kolot, tradisional dan berbau Utsmaniyah. Kemal berkeyakinan hanya dengan jalan itu rakyat Turki akan makmur dan dihormati oleh bangsa-bangsa lain.

C. GERAKAN PEMBAHARUAN MUSTAFA KEMAL ATTATURK DI TURKI
Secara bertahap namun pasti, Mustafa Kemal melakukan pembaharuan/ reformasi. Kebijakan-kebijakan Mustafa Kemal diantaranya:
1. Undang-undang tentang Unifikasi dan Sekulerisasi Pendidikan, tanggal 3 Maret 1924;
2. Undang-undang tentang Kopiyah, tanggal 25 November 1925;
3. Undang-undang tentang Pemberhentian Petugas Jamaah dan Makam, Penghapusan Lembaga Pemakaman, tanggal 30 November 1925;
4. Peraturan sipil tentang Perkawinan, tanggal 17 Februari 1926 (mengadopsi UU Perdata Swiss 1926)
5. Undang-undang Penggunaan Huruf Latin untuk Abjad Turki dan Penghapusan Tulisan Arab, tanggal 1 November 1928, dan
6. Undang-undang Larangan Penggunaan Pakaian Asli, tanggal 13 Desember 1934.



Kebijakan-kebijakan Mustafa Kemal yang lain adalah:
1. Penghapusan Jabatan Kesultanan, tanggal 1 November 1922;
2. Penghapusan Jabatan Khalifah 3 Maret 1924;
3. Lembaga Wakaf dihapus dan dikuasakan kepada KUA;
4. Memperkenalkan bangku gereja dan jam kamar ke dalam masjid, tahun 1928;
5. Mengharuskan orang sholat menggunakan sepatu dan bahasa Turki;
6. Meletakkan alat musik barat di dalam masjid serta digunakan sebagai iringan sholat;
7. Seluruh warga Turki diharuskan menggunakan nama kecil sebagaimana berlaku pada pola nama barat, tahun 1935

Sungguhpun demikian, kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Mustafa Kemal yang bisa dikatakan sangat radikal tersebut telah mengundang sejumlah reaksi. Reaksi yang paling keras ditunjukkan oleh kalangan Islam konservatif. Gerakan sekulerisasi Turki oleh Mustafa Kemal berakhir seiring dengan meninggalnya beliau. Proses sekulerisasi sempat dilanjutkan oleh Ismet Inonu, seorang Presiden pengganti Mustafa Kemal. Sungguhpun demikian, rakyat Turki tetaplah rakyat Turki, yang tidak bisa menggoyahkan akar Islam yang sudah terpatri dalam hati mereka. Memang secara politis, Negara Turki mempunyai pandangan bahwa mereka adalah bagian yang tak terpisahkan dari peradaban barat, tapi secara kultural, mereka tetap mempertahankan jati diri mereka yang tak bisa terlepas dari Islam. Walaupun Turki dinyatakan sebagai negara sekuler, Islam tetap berakar kuat di hati masyarakat Turki. Ini terbukti para petani yang hidup di pedesaan yang merupakan tiga perempat dari seluruh penduduk Turki tetap merupakan orang-orang muslim yang shaleh. Pengaruh Islam juga masih terlihat pada kaum buruh dan pedagang-pedagang kecil. Hal ini membuktikan bahwa sekulerisasi tidak tumbuh subur di masyarakat Turki yang punya akar ke-Islam-an yang kuat.



BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan, diantaranya :
1. Turki telah melakukan eksperimen sejarah, dengan secara terang-terangan menyatakan sebagai negara sekuler serta mengambil barat sebagai model. Dan tokohnya adalah Mustafa Kemal Attaturk;
2. Sekulerisme Mustafa Kemal tidak menghilangkan agama Islam dari masyarakat Turki tetapi menghilangkan kekuasaan agama dari bidang politik dan pemerintahan;
3. Sekulerisme Mustafa Kemal dilakukan melalui westernisasi (mengadopsi budaya barat), diimplementasikan dalam kebijakan-kebijakannya;
4. Konsep sekulerisme Mustafa Kemal tidak bertahan lama ada di tengah-tengah masyarakat Turki karena Islam telah mengakar kuat di hati masyarakat Turki;
5. Mustafa Kemal disebut sebagai Bapak Penyelamat Bangsa Turki karena jasanya dalam mengupayakan berdirinya Negara modern Turki

B. SARAN
Setelah membaca makalah ini, penulis menyarankan kepada pembaca :
1. Membaca literatur lain tentang Modernisasi Peradaban Islam di Turki khususnya sejarah Turki di bawah Mustafa Kemal. Karena penulis hanya menyajikan sosok Mustafa Kemal sebagai tokoh pembaharuan Turki. Sedangkan banyak literatur yang membahas Mustafa Kemal dari sisi lain, contohnya sosok Mustafa Kemal yang disebut Penghianat oleh masyarakat Turki yang bertanggung jawab atas hilangnya kekhalifahan Islam. Sehingga memahami sosok Mustafa Kemal secara utuh, tidak parsial;
2. Mari kita bersama-sama menguatkan akar ke-Islam-an kita dan selektif menerima hal baru yang datang dalam diri kita karena konsep Sekulerisme Barat tidak akan tumbuh subur ketika ditabur dalam masyarakat yang mempunyai Islam yang kuat (masyarakat muslim).
DAFTAR PUSTAKA

Nasution, Harun.1992. Pembaharuan dalam Islam: Sejarah Pemikiran dan Gerakan. Jakarta : PT Bulan Bintang.

Thohir, Ajid.2004. Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam : Melacak Akar-akar Sejarah, Sosial, Politik, dan Budaya Umat Islam. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.

www.bacabuku.blogspot.com
No comments:

Mustafa Kemal Attaturk 1

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, makalah yang ada ditangan pembaca sekarang adalah hasil bacaan penulis tentang Modernisasi Peradaban Islam di Turki dari beberapa literatur. Penulis sadar bahwa bicara tentang Sejarah haruslah berhati-hati, satu literatur dimungkinkan berbeda dengan literatur yang lain karena sudut pandang yang berbeda dari penulisnya. Di sini, penulis mencoba memaparkan salah satu tokoh yakni Mustafa Kemal Attaturk yang melakukan eksperimen sejarah dengan gerakan pembaharuan di Turki, Negara turki yang waktu itu menggunakan sistem kekhalifahan, oleh Mustafa Kemal dirubah menjadi Republik Turki.
Pada akhirnya, makalah ini diharapkan bisa memberi banyak manfaat, terutama dalam memperkaya dan mengembangkan wawasan dalam Studi Sejarah Peradaban Islam. Kepada orang terdekat penulis yang telah membantu menemukan beberapa literatur yang dipakai penulis dalam pembuatan makalah ini serta yang telah memberikan fasilitas khusus untuk kelancaran pembuatan makalah ini, penulis ucapkan banyak terima kasih. Masukan-masukan yang membangun sangat diharapkan penulis agar dalam pembuatan makalah-makalah selanjutnya akan lebih baik.
Surabaya, 11 Mei 2009

Penulis
No comments:
Sunday, April 26, 2009

PUISI CINTA ANAK BIOLOGI

Higroskopik hatimu menyusut...
Karena turgor sikapku tak berfungsi ke arahmu
Kriptomeri keraguan menamparku..
Ketika gen dominan hatimu
Berdiri di cermin lain dan..
Bertropisme positif ke belakangku
Akan tetapi aku takkan tertidur dan berselimut
Karena isospor dalam hatiku hanya...kamu
Walau terkadang spora mata ini
Berevolusi menjadi protalium
Yang berkembang di kedua kubu hatiku
Anteredium dan arkegonium lain,aku sanksi

Pertanyaan itu berkecamuk
Kapan stadium morula berkembang
Saling terikat seperti retakan sinartrosis yang terikat kuat
Aku seperti kalaza yang mengikat kuning hatimu
agar ada di tengah hatiku
Harapan ini akan tetap putih Seperti albino yang demi dirimu
Rela menentang cahaya
Karena tanpa tropofil kasihmu
Platycerium Biforme kan layu dan mati

Entah mengapa anulus bayangmu Selalu melingkar di benakku
Mungkin karena suksesi primer ini
Benahi luka hatiku

(anonim)
No comments:

PUISI CINTA TAK BIASA

Belahan Jiwaku
Debetlah cintaku di neraca hatimu
Kan ku jurnal setiap transaksi rindumu
Hingga setebal laporan keuanganku
Wahai kekasih hatiku
Jadikan aku manager Investasi cintamu
Kan ku hedging kasih dan sayangmu
Di setiap lembaran portofolio hatiku
Bila masa jatuh tempo telah tiba
Jangan kau retur kenangan indah kita
Biarkan ia bersemayam di reksadana asmara
Berkelana diantara aktiva dan passiva
Wahai mutiara kalbuku
Inventory cintaku yang syahdu
General ledger ku yang tak lekang ditelan waktu
Wahai bidadariku
Rekonsiliasikanlah hatiku dan hatimu
Seimbangkanlah saldo kita
Yang membalut laporan laba dan rugi kita
Dan cerahkanlah laporan arus kas kita
Selamanya....................

(aku salut deh ma yang buat ini)
No comments: